Suara.com - Seorang pasien berusia 51 tahun di Inggris, mengalami hal tidak menyenangkan usai menjalani tes usap atau swab hidung untuk Covid-19. Pasalnya, alat penguji itu tertinggal di dalam paru-parunya.
Laporan kasus ini diterbitkan oleh dokter dengan harapan, dapat memperingatkan tenaga profesional medis lainnya tentang potensi bahaya yang bisa terjadi, ketika menyeka pasien yang dilengkapi dengan trakeostomi.
Awalnya, pasien itu berada di rumah sakit untuk operasi otak. Sebagai bagian dari perawatannya, ia membutuhkan selang trakeostomi, sebuah kateter yang dimasukkan ke dalam tenggorokan melalui lubang yang dibuat di bagian depan leher untuk membantu bernapas.
Kemudian, sebelum pasien itu dipulangkan ke panti jompo setelah pemulihan pasca operasi, tenaga medis melakukan tes Covid-19 padanya sebagai aturan protokol kesehatan di Inggris.
![Tes swab tertinggal di paru-paru. [BMJ Case report]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/10/22/54713-tes-swab-tertinggal-di-paru-paru.jpg)
Seorang perawat berpengalaman mencoba mengambil usap mukosa melalui selang trakeostomi dan pada saat itu dia merasakan alat swab itu patah.
Kondisi pasien menjadi tidak tenang dan tingkat saturasi oksigennya menurun sesaat, sebelum akhirnya normal kembali. Pasien kemudian dibawa untuk melakukan pemindaian, yang pada awalnya tidak menunjukkan tanda-tanda.
Tetapi tim medis menemukan adanya peradangan di dalam paru-paru. Pemindaian lebih lanjut pun menunjukkan adanya penyempitan jalan napas karena alat swab.
Pasien kemudian melakukan endoskopi untuk mengangkat benda yang bersarang di bronkus lobar, bagian pertama dari bronkus utama d dalam paru-paru. Untungnya, pengangkatan berjalan dengan lancar.
Tim medis berharap peningkatan kesadaran di kalangan profesional medis akan mencegah kasus serupa terjadi lagi.
Baca Juga: Mantul! Alat Tes Covid-19 Ini Bisa Deteksi Virus Kurang dari 5 Menit
"Pasien dengan leher bagian depan saluran udara, baik dalam bentuk laringektomi atau lokasi stoma trakeostomi, memberikan tantangan dalam hal pengujian Covid-19," tulis tim medis dalam laporan kasus, seperti dikutip IFL Science, Kamis (22/10/2020).