
Game kedua membuat RRQ langsung mengganti strategi. Tak lagi menampilkan Xinn dengan hero tank, mereka mengandalkan dua Core untuk mengandaskan Landak Kuning. Alberttt menggunakan hero Lancelot sementara Xinnn memakai Yi Sun-Shin.
Di menit ke-14, skor Kill bersaing sengit 13 vs 11 untuk keunggulan Sang Raja. Meski skor Kill tak jauh beda, namun RRQ berhasil menghancurkan 8 Turret sementara ONIC tak mampu meruntuhkat 1 Turret pun dari Sang Raja.
War di dekat blue buff dan duel di sisi atas justru membuat ONIC kehilangan lima hero mereka sekaligus. RRQ Hoshi mengunci kemenangan game kedua dengan skor Kill 18 vs 11.

Game ketiga The Royal Derby menghadirkan pertarungan yang mengesankan. Kedua tim yang bermain sangat agresif membuahkan skor Kill 9 vs 8 di menit ke 10 untuk keunggulan tipis RRQ Hoshi.
Setelah merebut Lord dan menumbangkan tiga hero ONIC, serangan dari ketiga arah lane oleh RRQ membuat Raja Langit tak berdaya.
Menghasilkan banyak War, akhirnya RRQ meraih kemenangan game ketiga dengan skor 30 vs 31 di menit ke-21.
Hasil ini membuat ONIC Esports terlempar ke Lower Bracket sementara RRQ Hoshi melaju ke final Upper Bracket MPL Indonesia Season 6.