Sama seperti penelitian lain yang mengamati penularan Covid-19 dari satu spesies ke spesies lain, penelitian ini bersifat observasional, dan oleh karena itu tidak dapat membuktikan secara meyakinkan bahwa kucing dapat menginfeksi manusia atau sebaliknya.
Namun, para ilmuwan merujuk pada sebuah penelitian yang diterbitkan minggu lalu, yang menemukan Covid-19 dapat ditularkan di antara kucing melalui tetesan pernapasan.
Para ahli mengatakan diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengetahui apakah mekanisme ini menyebarkan virus antar spesies.
Tetapi ketika para ilmuwan menafsirkan datanya, ditemukan cukup alasan untuk mendorong para pemilik hewan peliharaan agar berhati-hati.
"Tindakan harus dipertimbangkan untuk menjaga jarak yang sesuai antara pasien Covid-19 dan hewan pendamping seperti kucing dan anjing, dan tindakan kebersihan serta karantina juga harus dilakukan untuk hewan berisiko tinggi tersebut," kata Meilin Jin, penulis utama penelitian, seperti dikutip Dailymail, Jumat (11/9/2020).
![Ilustrasi kucing pakai masker. [Chiplanay/Pixabay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/09/11/71575-kucing-pakai-masker.jpg)
Meskipun sumber infeksi kucing peliharaan sudah jelas, memahami bagaimana empat kucing terlantar dan empat kucing di rumah sakit hewan memiliki antibodi lebih sulit. Para ahli yakin kucing-kucing itu mendapatkannya dari manusia yang terinfeksi, tetapi ini sporadis dan berpotensi terjadi jauh sebelum pengambilan sampel.
"Meskipun infeksi pada kucing liar tidak sepenuhnya dipahami, masuk akal untuk berspekulasi bahwa infeksi ini mungkin disebabkan oleh kontak dengan lingkungan yang tercemar Covid-19 atau pasien Covid-19 yang memberi makan kucing," tulis para ilmuwan dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Emerging Microbes & Infections.
Antibodi yang ditemukan pada kucing berumur pendek dan mirip dengan respons manusia setelah tertular virus Corona flu biasa. Karena kesamaan cara kucing dan manusia merespons infeksi virus ini, para ilmuwan juga mengatakan bahwa mempelajari Covid-19 pada kucing dapat membantu memahami lebih lanjut tentang respons kekebalan manusia terhadap infeksi.
Para ahli mengatakan, kucing memiliki potensi besar sebagai model hewan untuk menilai karakteristik antibodi Covid-19 pada manusia.
Baca Juga: Kerusakan Paru-paru Pasien Covid-19 Disebut Bisa Membaik dalam 3 Bulan