Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa orang yang melakukan kontak dengan pasien positif virus Corona (Covid-19), harus melakukan tes. Terlepas apakah orang itu menunjukkan gejala atau tidak.
Hal ini bertentangan dengan pedoman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), yang secara tiba-tiba diubah pada pekan lalu.
Pedoman baru CDC mengatakan bahwa jika terpapar oleh seseorang yang terinfeksi tidak selalu perlu menjalani tes, apabila orang tersebut tidak berada dalam kelompok berisiko tinggi atau menunjukkan gejala apapun.
Saat ditanya pendapat tentang perubahan ini, pimpinan teknis Covid-19 WHO Maria Van Kerkhove, tidak menyebutkan situasi Amerika Serikat secara spesifik.
![Logo Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. [AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/04/21/99387-logo-who.jpg)
Namun, menurutnya badan kesehatan PBB merekomendasikan setiap melakukan kontak, jika memungkinkan, harus menjalani pengujian terlepas dari perkembangan gejalanya.
"Kami tahu bahwa orang yang memiliki gejala menularkan dan kami tahu bahwa orang yang tidak memiliki gejala juga dapat menularkan virus," kata Van Kerkhove, seperti dikutip Science Alert, Senin (31/8/2020).
WHO telah mengembangkan pedoman untuk negara-negara pada tahap yang berbeda dalam situasi wabah, menyerahan kepada para pemimpin untuk menyesuaikan strategi pengujian dengan kebutuhan dan kapasitas, tergantung pada intensitas penularan.
Sementara fokus utama pengujian adalah orang-orang yang mengalami gejala, Van Kerkhove mengatakan bahwa pengujian mungkin perlu diperluas untuk mencari individu yang berada di ujung spektrum lebih ringan atau mungkin yang memang asimtomatik.
"Yang penting tes dijadikan peluang untuk menemukan kasus-kasus aktif, sehingga bisa diisolasi dan juga bisa melakukan contact tracing. Ini sangat mendasar untuk memutus rantai transmisi," tambah Van Kerkhove.
Baca Juga: Canggih, Tes Covid-19 Ini Berikan Hasil Hanya 20 Detik
Perubahan pedoman kontroversial CDC dilakukan secara diam-diam di situs webnya di tengah laporan campur tangan politik dari Gedung Putih.