Suara.com - Pada 7 Agustus lalu dikabarkan sebanyak lima orang hilang terseret ombak di Pantai Goa Cemara Bantul DIY. Tim SAR dikerahkan untuk mencari mereka. Kejadian seperti ini bukan pertama kalinya. Apa penyebab orang hilang terseret ombak?
Di berbagai pantai di Indonesia khususnya Pantai Selatan sering terdengar kabar orang hilang terseret ombak. Nah, supaya kita bisa menghindari bahaya terseret ombak ini mari kita amati penjelasan ilmiah bagaimana orang hilang terseret ombak.
Morfologi Pantai
Mengingat kondisi morfologi Pantai Indonesia, peneliti telah mengingatkan bahwa kawasan pasir Pantai Indonesia memang memiliki arus rawan 'menyeret' orang. Menurut US Lifesaving Association (USLA) terdapat ombak berbahaya bernama rip current di pantai.
Rip current kerap menjadi pembunuh senyap, biang keladi orang terseret ombak lalu hilang dan ditemukan meninggal di lautan.
Karakter ombak Rip Current, sang Pembunuh Senyap
Rip Current merupakan arus pecah atau arus tarik yang berada di area permukaan dan bergerak dari pantai menuju laut. Biasanya arah gerakannya tegak lurus.
Ombak berbahaya Rip Current memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Ombaknya keliatan tenang yang justru merupakan arus ganas
- Arus ini memiliki kecepatan mencapai 8 km/jam
- Panjang aliran rip current bisa mencapai 70 meter.
- Orang yang terseret akan kesulitan berenang ke tepian karena terseret arus keras. Hal itu bisa menyebabkan mereka yang terus berusaha jadi kelelahan dan tenggelam.
Cara Kerja Rip Current
Baca Juga: Gelar Tahlilan di Pantai Goa Cemara, Ini Kata Kakak Kandung Joko Widodo
Ombak Rip Current merupakan fenomena anomali di alam. Ombak ini terjadi karena angin yang terpusat pada satu garis.