Suara.com - Pemerintah Jepang diminta untuk tidak pura-pura tak kaget setelah Amerika Serikat secara resmi merilis video-video berisi aktivitas objek terbang tak dikenal alias UFO yang direkam oleh para pilot pesawat tempur militer AS.
Seorang peneliti UFO di Jepang mengatakan pemerintah Jepang sudah mengetahui adanya aktivitas aneh seperti itu karena pasukan bela diri (SDF) - sebutan untuk militer Jepang - pernah beberapa kali berhadapan dengan objek-objek terbang aneh yang sering dikaitkan dengan alien tersebut.
Desakan itu dikemukakan setelah Menteri Pertahanan, Taro Kono mengklaim bahw pilot-pilot pasukan bela diri Jepang belum pernah berhadapan dengan UFO dan akan menyusun prosedur standar saat berhadapan dengan UFO.
Kono mengungkapkan hal itu dalam sebuah jumpa pers, menjawab pertanyaan wartawan soal pengungkapan video-video UFO oleh Kementerian Pertahanan AS pada pekan ini.
Baca Juga: Akhirnya! Pentagon Beberkan Video UFO Rekaman Patroli Angkatan Laut
"Tidak ada pilot SDF yang pernah bertemu UFO. Video itu berasal Departemen Pertahanan AS, jadi saya ingin mendengar analisis mereka. Saya tak begitu percaya pada UFO," kata Kato.
"Kami akan membuat prosedur jika terjadi pertemuan dengan UFO," imbuh dia.
Tetapi Greg Sullivan, Direktur Japan Centre for Extraterrestrial Intelligence (JCETI), mengatakan Kono seharusnya sudah tahu soal adanya perjumpaan antara pilot tempur Jepang dengan UFO - dan kesaksian dari pilot pesawat penumpang - karena insiden-insiden itu selalu dilaporkan ke pemerintah.
Sullivan mengatakan lembaganya secara rutin mencatat kesaksian dan laporan pertemuan antara pilot pesawat dengan UFO di Jepang selama 10 tahun terakhir dan bahwa pemerintah Jepang mengetahui aktivitas serta temuan mereka.
"Salah satu yang saya wawancara adalah Mamoru Sato. Ia adalah wing commander di Angkatan Udara Pasukan Bela Diri yang rajin mengumpulkan kesaksian dari sejumlah pilot militer yang mengaku pernah berjumpa UFO," beber Sullivan.
Baca Juga: Pentagon Secara Mengejutkan Resmi Merilis Video Rekaman UFO
"Laporan-laporan itu ditanggapi dengan cemohan oleh pemerintah dan mereka menolak untuk menanggapi dia (Sato) dengan serius," lanjut Sullivan.