Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Plate, mengeluarkan komentar datar terkait rencana merger antara Gojek dan Grab, dua raksasa perusahaan transportasi online di Asia Tenggara.
Plate, yang ditemui di Jakarta, Selasa (25/2/2020), mengatakan pihaknya berharap jika rencana itu benar terwujud diharapkan bisa lebih meramaikan bisnis di ruang digital Indonesia.
“Kalau rencana, itu kan aktivitas business to business ya," kata Plate seperti dilansir dari Antara, "Yang pasti kita harapkan konsolidasi-konsolidasi dalam rangka menyemarakkan bisnis di ruang-ruang digital di Indonesia."
Sebelumnya diwartakan bahwa Gojek dan Grab sedang dalam penjajakan untuk menggabungkan bisnis mereka,
Baca Juga: Kominfo Temukan 127 Hoaks Virus Corona hingga 25 Februari
The Information pekan ini membeberkan bahwa perwakilan Gojek dan Grab sudah rutin bertemu selama dua tahun terakhir untuk membicarakan rencana merger. Pertemuan antara keduanya semakin intens dalam dua bulan terakhir.
CEO Gojek, Andre Soelistyo dan Presiden Grab, Ming Maa disebut telah menggelar pertemuan pada Februari. Tetapi ditekankan bahwa Gojek dan Grab masih jauh dari kata sepakat.
Grab mengatakan kepada para investornya bahwa Gojek minta porsi saham 50 persen jika merger terwujud. Sementara Grab ingin menguasai saham lebih besar.
Kendala lain dalam negosiasi dua perusahaan adalah soal valuasi. Gojek disebut memiliki valuasi sekitar 9,5 miliar dolar AS sementara Grab sudah bernilai sekitar 14 miliar dolar AS.
Tetapi kabar soal merger dengan Grab itu dibantah oleh Gojek.
Baca Juga: Gojek dan Grab Bakal Bergabung?
“Tidak ada rencana merger dan pemberitaan yang beredar di media terkait hal tersebut tidak akurat,” ujar Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita, dalam pernyataan tertulisnya.
Grab sendiri, hingga berita ini ditayangkan, belum memberikn komentar.