3. Valles Marineris
Mars tidak hanya menjadi tuan rumah bagi gunung berapi terbesar di tata surya, tapi juga ngarai terbesar. Valles Marineris memiliki panjang sekitar 3 ribu kilometer dan empat kali dari Grand Canyon yang hanya memiliki panjang sekitar 800 kilometer.
Para peneliti masih belum yakin bagaimana Valles Marineris muncul, tetapi beberapa teori berpendapat bahwa ketika wilayah Tharsis terbentuk, itu berpengaruh pada kemunculan Valles Marineris.
4. Kutub utara dan selatan
Baca Juga: Lima Ponsel dengan Kamera Terbaik di Bawah Rp 5 Jutaan
Mars memiliki dua daerah es di kutubnya dengan komposisi yang sedikit berbeda. Menurut NASA, suhu di dekat kutub utara dan selatan sangat dingin sehingga karbon dioksida mengembun dari atmosfer menjadi es di permukaannya.
Ketika musim panas, maka karbon dioksida menyumblimasi kembali ke atmosfer dan benar-benar menghilang di belahan utara tetapi beberapa es karbon dioksida tetap berada di bagian selatan.
5. Kawah Gale dan Gunung Sharp (Aeolis Mons)
Berkat Curiosity, Gale Crater kini dikenal sebagai wilayah yang menjadi bukti bahwa Mars memiliki air di masa lalu. Curiosity kemudian meneliti wilayah di sekitarnya yang mencakup Gunung Sharp.
Salah satu penemuan Curiosity yang menarik adalah ditemukannya molekul organik yang kompleks di wilayah tersebut. Penelitian pada tahun 2018 mengungkapkan organik ini ditemukan di dalam batuan berumur 3,5 miliar tahun.
Baca Juga: WhatsApp dan Instagram Down (Lagi)
Tak hanya itu, Curiosity juga menemukan konsentrasi metana di atmosfer yang kemungkinan menandakan adanya kehidupan mikroba.