Suara.com - Desainer game Omar Alshiji tidak bisa menutupi kekagumannya ketika menjajal game online dengan menggunakan teknologi 5G di ajang Tokyo Game Show 2019.
Setelah memainkan game Tekken di booth NTT Docomo Inc, ia menjelaskan bahwa jaringan telekomunikasi generasi kelima itu mampu mendongkrak kualitas game berbasis Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR).
"Itu (teknologi 5G) membuat permainan sangat lancar, responsif, dan konsisten," kata Alshiji, seperti dilansir dari laman Japan Times, Selasa (17/9/2019).
Sebagai informasi, jaringan 5G di pameran game tahunan itu digelar oleh salah satu operator seluler Jepang yang tengah melakukan uji coba di pameran tersebut.
Baca Juga: Anak Main Virtual Reality Pokemon Go, Termasuk Aktivitas Fisik?
Berbeda dengan Jepang yang mulai menyebarkan dan mengimplementasikan teknologi 5G, Bahrain yang merupakan negara asal Alshiji, masih menggunakan 4G.
"Negara saya tidak memiliki 5G, hanya 4G jadi saya ingin mencobanya. Setelah saya coba, itu (teknologi 5G) lebih cepat," sambung lelaki 23 tahun tersebut.
Sedangkan dari kacamata pemain esports, dia mengatakan bahwa teknologi 5G memungkinkan pemain merespon permainan dengan lebih cepat, yang terkadang menjadi faktor penentu sebuah turnamen esports.
Terlepas dari opini Alshiji, jaringan 5G telah dikomersilkan di beberapa wilayah di Amerika Serikat dan di Korea Selatan. Sedangkan di Jepang sendiri itu, layanan 5G komersial baru akan diimplementasikan pada tahun depan di berbagai sektor, mulai dari kendaraan otonom, hingga operasi medis jarak jauh.
Baca Juga: Mengintip Perkembangan Kota Bandung Lewat Virtual Reality