Munculnya berbagai inovasi dalam disiplin ilmu seperti elektronik, komputer, nanoteknologi, dan sistem transportasi menandakan megatrends dalam sektor teknologi. PwC melaporkan, 60% generasi muda menjelang 2025 akan memasuki lapangan kerja yang saat ini tidak ada. Artinya 3 dari 5 lapangan kerja akan didominasi oleh digitalisasi pada tahun 2030.
Digitalisasi ini dipacu oleh revolusi industri 4.0 dimana kecerdasan buatan, big data dan analytics, internet of things (IoT), dan komputasi awan mendominasi transformasi digital hingga 2050. Perkembangan elektronika juga semakin berhasil mengecilkan prototipe hardware termasuk robot aplikasi.
Dengan kata lain, teknologi memungkinkan efisiensi energi dalam bidang konstruksi, dimana kayu atau batu untuk bahan bangunan akan bertransformasi dengan material aditif baru yang lebih fleksibel dan ekonomis.
Perkembangan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) semakin revolusioner, bahkan mengetikkan tangan pada keyboard PC, laptop atau handphone akan digantikan dengan suara. Ke depan pikiran, ide-ide atau akal (brainware) akan langsung dapat disketsa pola-polanya di depan komputer. Pengiriman barang (delivery) bakal bertransformasi dengan sistem augmentasi drone. Pusat-pusat logistik semakin terdesentralisasi dengan otomatisasi moda transportasi.
Konektivitas semakin meningkat secara eksponensial dengan munculnya smartphone super canggih yang dilengkapi dengan keamanan siber dan kecepatan akses internet yang mumpuni. Model baru dalam pelayanan sosial media baik untuk bisnis maupun bersosialita makin masif dengan kreativitas Apps baru.
Selain itu, terobosan digital semakin mengganggu semua sektor seperti layanan keuangan (misalnya Fintech dengan platform P2P), crowdfunding ekuitas, sistem pembayaran online, cryptocurrency, dan blockchain. Data menjadi aset yang sangat berharga dalam menemukan peluang bisnis dan pasar, terutama berkembang pesatnya bidang data science.
Tidak dipungkiri pula bahwa setiap kemajuan teknologi baru memunculkan kerentanan baru yang akan menantang organisasi penegakan hukum, keamanan, dan pertahanan. Organisasi ini diharapkan mampu menangani isu-isu ini dengan skala kecepatan bisnis.
Di sektor pendidikan tinggi sebagai basis pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi, bukan sekedar menargetkan lulusan yang profesional dalam bidang teknik, kemampuan bersaing dengan pekerja asing, dan globalisasi pendidikan, melainkan kemampuan untuk menjadi hub penelitian, teknologi, jaringan cerdas, dan peradaban dunia.
Sumber daya manusia (SDM) menjadi komponen mendasar yang harus ditingkatkan kualitasnya terutama lompatan kemampuan untuk menyiapkan bahan ajar berorientasi pasar dan melampaui zamannya, inovasi pembelajaran berbasis TIK terkini hingga produktivitas penelitian dan pengabdian masyarakat dengan menghasilkan publikasi bereputasi tinggi, hak cipta, paten, dan penyebaran ipteks.
Baca Juga: Pakai Teknologi Augmented Reality, Google Tampilkan Gambar 3D
Dosen adalah superhero dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan bebannya diperkirakan meningkat ke Panca Dharma Perguruan Tinggi menjelang tahun 2050. Penyusunan rencana strategis (renstra) menjadi kunci penting untuk keberkelanjutan sebuah perguruan tinggi.