Baca Juga : Menyeberangi Benua dan 7 Negara, Rute Elang Ini Menakjubkan
Presiden Association of the Austronesian Community College Development Association (AACCDA) dan kepala suku Paiwan, Kao Cheng-chi mengonfirmasi bahwa mereka langsung melakukan patroli setelah penemuan tersebut.
Macan Dahan Formosa merupakan simbol indikator keberhasilan konservasi di Taiwan. Hewan itu juga dianggap sebagai roh suci bagi suku Paiwan.
Dikutip dari IFLScience, Cagar Alam Dawushan telah menggunakan 400 kamera dan menangkap 16.000 foto mengenai penampakan hewan itu.
Namun pada tahun 1990 dan 1993 setelah pencarian besar-besaran, hewan itu tetap tak bisa ditemukan jejaknya.
Macan Dahan Formosa adalah sebuah komoditas paling mahal pada zamannya. Pada abad ke-13 orang pribumi akan membawa kulit hewan ini untuk dijual di kota-kota pelabuhan seperti Tainan.
Melihat penampakan ini, peneliti dan juga suku tradisional Taiwan akan semakin bersemangat untuk mencarinya dan setelah ditemukan, mereka akan dijaga seketat mungkin. (HiTekno.com)