Gawat, 500 Juta Data Akun Yahoo Dibobol

Jum'at, 23 September 2016 | 11:11 WIB
Gawat, 500 Juta Data Akun Yahoo Dibobol
Kantor Yahoo! Inc. [Shutterstock]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Data milik 500 Juta akun Yahoo ditembus dan dicuri pada 2014lalu. Hal ini dibenarkan pihak Yahoo dan curiga pelaku peretas merupakan orang yang disokong oleh satu negara. Peretasan ini disebut salah satu yang paling massif sepanjang masa.

"Informasi yang dicuri kemungkinan adalah nama, alamat surat elektronik, nomor telepon, 'hash password' (yang mayoritas menggunakan Bcrypt), dan pada beberapa akun termasuk pertanyaan dan jawaban pengaman yang terenkripsi maupun tidak," aku Yahoo dalam keterangan resmi mereka, seperti dikutip CNN Money, Jumat (23/9/2016).

Yahoo mengklaim data finansial sensitif semisal nomor rekening bank serta data kartu kredit bukan termasuk yang dibobol. Perusahaan teknologi informasi pesaing Google ini juga meminta para pemilik akun Yahoo mengubah password, pertanyaan dan jawaban pengaman, serta waspada seandainya ada aktivitas ganjil dari akun milik mereka.

Kasus ini telah ditangani Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, dan sedang diinvestigasi.

"Kami menganggap serius peretasan seperti ini dan sedang menyelidiki bagaimana ini terjadi dan siapa yang berada di belakangnya. Kami akan terus bekerja sama dengan sektor swasta dan berbagi informasi agar mereka bisa menjaga sistem mereka dari kejahatan siber," ucap FBI dalam penjelasan resmi.

Kabar pencurian informasi akun Yahoo pertama kali muncul pada Agustus, saat seorang peretas dengan nama samaran 'Peace' mengklaim telah meretas 200 juta akun Yahoo dan menjualnya. 'Peace' sebelumnya juga pernah mengklaim mencuri data di LinkedIn plus MySpace.

'Peace' muncul hanya beberapa hari setelah aset-aset penting Yahoo dibeli Verizon dengan nilai 4,83 miliar dolar AS (Rp63 triliun) akhir Juli lalu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI