Suara.com - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), disebut terus berkomunikasi dengan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) terkait venue Indonesia Open 2025.
Pengurus Bidang Humas PBSI, Dadi Krismantono menjelaskan bahwa federasi masih berharap PPKGBK bisa menyesuaikan Indonesia Arena dengan standar permainan bulu tangkis internasional.
"Yang kami tahu, Indonesia Arena 'kan tidak dirancang untuk [menggelar turnamen--Red] bulu tangkis. Ketika ingin dipakai untuk event bulu tangkis, ada standar-standar tertentu yang harus dipenuhi," kata Dadi pada Jumat (28/2/2025).
Melihat jadwal Indonesia Open 2025 yang akan berlangsung pada 3-8 Juni mendatang, keinginan PBSI untuk menggunakan Indonesia Arena sebagai venue bisa dibilang sulit.
Baca Juga: Kesempatan Dua Turnamen Super 300, PBSI Justru Tarik Mundur Verrel/Pitha
![Indonesia Open Sepi Penonton Jadi Gunjingan, Warganet Senggol Harga Tiket Terlalu Mahal. [tangkapan layar TikTok]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/06/10/38690-indonesia-open-sepi-penonton-jadi-gunjingan-warganet-senggol-harga-tiket-terlalu-mahal.jpg)
Pasalnya, Indonesia Open 2024 batal di Indonesia Arena dengan alasan konstruksi venue tidak memungkinkan untuk dipasangi rigging gantung dan perlengkapan pencahayaan berstandar event BWF.
PBSI sempat mengajukan permintaan agar atap Indonesia Arena direnovasi untuk menyesuaikan kebutuhan event bulu tangkis, tetapi tidak diketahui apakah hal itu sudah ditindaklanjuti.
"Yah masih dalam proses. Mudah-mudahan ada jawaban dari PPKGBK," kata Dadi.
"Kami tentu mengharapkan agar venue yang bagus untuk event SUper 1000 seperti Indonesia Open 2025 ini. Itu yang kami sedang komunikasikan terus dengan pihak PPKGBK."
"Sampai saat ini belum ada keputusan."
Baca Juga: Kirim Pemain Pelapis di German Open 2025, PBSI Serius dengan Kaderisasi?