Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tujuh orang tersangka dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan negara Rp193,7 triliun. Dari ketujuh tersangka itu ada nama Gading Ramadhan Joedo.
Gading berstatus Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak dan juga Komisaris PT Jenggala Maritim Nusantara. Sosok Gading juga bukan orang asing di dunia basket Indonesia.
Gading Ramadhan juga merupakan pemilik klub bola basket, Hangtuah Jakarta. Pihak klub sendiri sudah buka suara perihal penetapan tersangka kepada Gading Ramadhan.
Menurut manager Hangtuang Jakarta, Jalu Wisnu Wirajati operasional klub tetap berlangsung meski ada penetapan tersangka kepada Gilang Ramadhan Joedo.
Baca Juga: Geledah Rumah Riza Chalid, Kejagung Temukan Rp 857 Juta dan 1.500 Dolar AS
"Sebagai klub yang menjunjung tinggi etika dan sportivitas, kami berkomitmen untuk selalu berkompetisi dengan semangat juang tinggi. Kami memastikan bahwa isu ini tidak akan memengaruhi operasional klub maupun semangat kami untuk terus berprestasi," kata dia dalam keterangan tertulis.
![Pebasket Hangtuah Jakarta, Laquavius Kashaka Cotton (kiri). [ANTARA FOTO/Moch Asim]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/11/18/59945-laquavius-kashaka-cotton-hangtuah-jakarta.jpg)
"Kami percaya bahwa dengan kerja sama semua pihak, isu ini dapat ditangani dengan sebaik-baiknya. Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul," tambahnya seperti dikutip dari Antara.
Lantas siapa Gading Ramadhan Joedo dan seperti apa rekam jejaknya di olahraga basket Indonesia?
Gading Ramadhan Joedo disebut-sebut sebagai putra angkat dari saudagar minyak, Riza Chalid. Bersama dengan tersangka lain di kasus dugaan korupsi Pertamaina, Muhammad Kerry Adrianto Riza sama-sama mengelola klub Hangtuah Jakarta.
Kerry memegang jabatan sebagai Komisaris Utama sedangkan Gading menjadi presiden klub. Hangtuah Jakarta merupakan klub basket profesional yang sudah berdiri sejak 1995.
Baca Juga: Pertamax Diduga Dioplos Pertalite, YLKI Desak Dirjen Migas Buka Pemeriksaan Kualitas BBM Pertamina
Hangtuah memiliki sejarah panjang dan prestasi di kancah basket Indonesia bahkan hingga ke level Asia Tenggara. Hangtuah tercatat beberapa kali bermain di Championship Series dan tampil di kompetisi ASEAN Basketball League.
Keterlibatan Gading ke Hangtuah berawal saat ia diperkenalkan ke manajemen klub. Saat itu, kondisi keuangan Hangtuah Jakarta tengah morat marit.
Pada 2019, Hangtuah mendapatkan sponsor dari perusahaan fintech, Amartha. Dengan mendapatkan dukungan ini, Hangtuah berganti nama menjadi Amartha Hangtuah.
![Komisaris Utama HangTuah Jakarta, Muhammad Kerry Adrianto Riza (tengah) berbincang dengan sejumlah pemain di markas latihan tim di Bango, Jakarta, Selasa (23/11/2021). [ANTARA/HO/HangTuah]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/11/23/56638-hangtuah-jakarta.jpg)
Meski punya latar belakang sebagai pebisnis, Gading sempat mengutarakan bahwa perkembangan basket tanah air cukup baik utamanya di tingkatan SMA, meski diakuinya fanatisme di basket masih kalah dengan sepak bola.
"Saya lihat basket Indonesia perhatiannya sangat minim. Basket belum jadi industri," ungkap Gading seperti dikutip pada 2019 lalu.
Penetapan tersangka kepada Gading dan Kerry justru muncul saat perfomance Hangtua di IBL 2025 tengah on fire. Pada 14 Februari 2025, Hangtua sukses mengalahkan Rajawali Medan di GOR Ciracas dengan skor 77-63.
Kemenangan atas Rajawali Medan membuat Hangtuah Jakarta meraih 5 kemenangan beruntun di IBL 2025. Gading pun mengaku senang dengan capain anak asuh Wahyu Widayat Jati itu.
"Kami gak boleh lengah. Kami pernah catat 5 kemenangan beruntun pada 2022, tetapi terpeleset di game ke-6," kata Gading.