Penyanyi asal Kanada ini, yang tengah berjuang melawan penyakit langka, membawakan lagu "Hymn to Love" karya Edith Piaf dengan penuh emosi.
Penampilan Dion ini sangat dinanti-nantikan, mengingat kondisinya yang sempat membuatnya absen dari panggung.
Kuali Olimpiade dinyalakan oleh atlet lari terkenal Prancis Marie-Jose Perec dan judoka peraih medali emas tiga kali Teddy Riner, yang membawa obor Olimpiade ke langit Paris dengan balon.
3. Sentuhan Modern pada Karya Klasik Prancis

Salah satu momen menarik lainnya adalah pertunjukan tarian cancan oleh sekitar 80 seniman kabaret Moulin Rouge.
Dengan kostum berwarna merah jambu yang dirancang khusus, mereka membawakan tarian ikonik ini dengan iringan musik klasik yang telah diberi sentuhan elektronik.
Hal ini menunjukkan usaha untuk menyajikan budaya klasik Prancis dengan nuansa modern. Parade tim nasional yang berlangsung di sepanjang Sungai Seine diiringi oleh pemain akordeon, memberikan kesan otentik dan khas Prancis.
4. Pesan Kuat Melawan Diskriminasi
Aya Nakamura, penyanyi Prancis berdarah Mali, memberikan pesan kuat melawan diskriminasi dalam penampilannya di upacara pembukaan.
Baca Juga: Bulutangkis Olimpiade Mulai Besok, Ini Dia Jadwal Tanding Wakil Indonesia!
Meskipun sempat menghadapi kritik rasis dan reaksi negatif di media sosial, Nakamura tampil memukau dengan membawakan medley lagu-lagu hitsnya dan karya Charles Aznavour.