Suara.com - Mantan pebalap Formula 1 (F1) sekaligus ayah Max verstappen, Jos, khawatir sikap bos Red Bull Racing, Christian Horner bisa meruntuhkan kedigdayaan tim yang saat ini dibela putranya itu.
Sebagai informasi, Christian Horner telah dibebaskan dari tuduhan terkait perilakunya terhadap seorang karyawati, beberapa waktu lalu.
Pria 50 tahun itu pun menyikapinya dengan santai. Dia yang terus membantah tuduhan itu, kini masih bersikeras untuk memimpin tim sebagai team principal alih-alih mengundurkan diri.
Baca juga: Bagas / Fikri Tatap 3 Turnamen Eropa dengan Optimisme Tinggi
“Ada ketegangan di sini (tim) sementara dia (Horner) tetap di posisinya,” kata Jos Verstappen, dikutip dari AFP, Senin (4/3/2024).
Menurut Jos Verstappen, Horner memposisikan diri sebagai korban walaupun dinilai jadi sosok yang membuat masalah dalam tim.
“Tim bisa ‘meledak’,” kata pria asal Belanda tersebut.
![Max Verstappen dan Christian Horner di podium Yas Marina Abu Dhabi [Mobil1].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/12/13/77132-max-verstappen-dan-christian-horner.jpg)
Red Bull mengumumkan pembebasan Horner dari tuduhan setelah penyelidikan internal.
Namun, tak lama kemudian, muncul surat elektronik anonim yang dikirimkan kepada jurnalis, ofisial, dan tim rival yang berisikan pesan WhasApp yang diduga ditulis Horner. Email itu memanaskan kembali kasus ini.
Baca Juga: Kisah Kocak Max Verstappen Ditolak saat Mau Sewa Mobil, Umur Jadi Alasan, duh!
Jos membantah berperan dalam tuduhan yang awalnya muncul di surat kabar Belanda, De Telegraaf itu.