Novak Djokovic Konfirmasi soal Insiden Perjalanannya ke Australia

Rully Fauzi Suara.Com
Rabu, 12 Januari 2022 | 19:42 WIB
Novak Djokovic Konfirmasi soal Insiden Perjalanannya ke Australia
Petenis Serbia, Novak Djokovic. [Marco BERTORELLO / AFP]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Novak Djokovic mengungkapkan bahwa terjadi kesalahan dokumen saat masuk ke Australia, yang melanggar peraturan negara itu, sementara pemerintah mengatakan masih mempertimbangkan apakah akan mendeportasi petenis nomor satu dunia itu.

Djokovic ditahan di tahanan imigrasi di Melbourne selama beberapa hari setelah visanya dibatalkan oleh petugas imigrasi, yang mempertanyakan pengecualian medisnya untuk persyaratan wajib vaksin COVID-19.

Dia dibebaskan, Senin, setelah hakim membatalkan keputusan itu, dengan mengatakan bahwa pembatalan visa tersebut "tidak masuk akal" karena Djokovic tidak diberi waktu untuk berkonsultasi dengan pengacara dan ofisial tenis ketika dia tiba di Australia.

Djokovic melalui Instagram miliknya, Rabu, mengunggah pernyataan bahwa dokumen perjalanannya diisi oleh tim, yang membuat "kesalahan administratif" ketika mereka mencentang kotak "tidak" untuk tanggapan apakah dia telah melakukan perjalanan ke tempat lain dalam 14 hari sebelum tiba di Australia.

"Ini adalah kesalahan manusia dan tentu saja tidak disengaja," kata Djokovic.

"Kita hidup di masa yang penuh tantangan dalam pandemi global dan terkadang kesalahan ini bisa terjadi."

Pernyataan itu muncul ketika Menteri Imigrasi Australia Alex Hawke mempertimbangkan apakah akan membatalkan visa petenis asal Serbia itu menjelang Australian Open, yang dimulai pada 17 Januari.

Dikutip dari Reuters, memberikan informasi palsu atau menyesatkan merupakan bentuk pelanggaran, dengan ancaman hukuman maksimum 12 bulan penjara dan denda hingga 6.600 dolar Australia atau sekira Rp68 juta, serta pembatalan visa.

Djokovic, yang berusaha untuk memenangi rekor 21 kemenangan turnamen utama di Australian Open 2022, mengatakan pengacaranya telah memberikan informasi tambahan kepada pemerintah Australia, Rabu, untuk mengklarifikasi masalah tersebut.

Baca Juga: Ashleigh Barty dan Djokovic Jadi Unggulan Teratas Australian Open

Juru bicara Hawke, yang memiliki kewenangan untuk kembali membatalkan visa Djokovic, mengatakan menteri masih mempertimbangkan untuk mengambil tindakan, proses yang akan diperpanjang untuk menilai informasi baru.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI