Dukung MotoGP di Sirkuit Mandalika, NTB Kolaborasi Siapkan SDM

Syaiful Rachman Suara.Com
Senin, 29 November 2021 | 21:44 WIB
Dukung MotoGP di Sirkuit Mandalika, NTB Kolaborasi Siapkan SDM
Sejumlah marshal membantu mengangkat sepeda motor pembalap TPR OUTDO Pedercini Racing Oliver Konig (kanan) yang terjatuh dalam race 1 WorldSBK seri Indonesia 2021 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (21/11/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajak seluruh kabupaten/kota bersama dunia usaha, dunia industri (DUDI) dan Lembaga Pelatihan kerja (LPK) untuk memperkuat kolaborasi menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di wilayah itu untuk mendukung MotoGP di Sirkuit Mandalika 2022 mendatang.

"Menghadapi event-event berkelas dunia seperti MotoGP, maka perlu disiapkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai skill dan pengetahuan luas saja. Melainkan juga lengkap dengan etos kerja yang tinggi serta keterampilan untuk memberikan pelayanan berskala internasional," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi saat menutup Program Pelatihan Pola Pemagangan Dalam Negeri 2021 di Kota Mataram, Senin (29/11/2021).

Menurut mantan Irbansus pada Inspektorat NTB ini, skill atau keahlian dan etos kerja yang tinggi menjadi kata kunci yang harus disiapkan.

"Tenaga kerja lokal akan bisa merajai semua kesempatan yang ada, bila kita bisa sejak dini menyiapkan SDM kompeten dan memiliki etos kerja yang baik. Dua hal itu adalah kunci utama dalam mengambil peran terdepan dalam mengelola potensi yang ada di daerah," terangnya.

Aryadi menjelaskan, proses pelatihan kedepan harus berbasis penempatan, baik oleh lembaga pelatihan milik pemerintah maupun LPKS. Oleh karena itu, mereka harus membuat MoU dengan dunia industri atau membangun MoU dengan lembaga pemerintah lainnya.

"Misalnya bekerja sama dengan desa. Jadi, desa bisa menggunakan dana desa untuk membantu warganya dalam membantu peralatan agar warganya bisa terbantu dalam proses membangun usaha," ujar Gede Aryadi.

Selain peningkatan kompetensi dan etos kerja para tenaga kerja, Gubernur NTB kata dia, juga telah mengeluarkan instruksi dan surat edaran, menindaklanjuti instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2021 tentang optimalisasi program perlindungan atau pemberian Jamsostek bagi seluruh pekerja termasuk pekerja rentan seperti petani, nelayan dan buruh.

Terkait komitmen ini, Aryadi mengingatkan para Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten/kota se-NTB agar menindaklanjutinya dalam bentuk program konkrit tahun 2022 mendatang.

"Proteksi terhadap para pekerja kita, dengan Jamsostek telah menjadi komitmen nasional dan juga komitmen pemerintah provinsi yang telah diatur dengan regulasi yang tegas. Untuk itu, tidak perlu lagi ada keraguan dari pemda, karena manfaatnya sangat besar," tegasnya.

Baca Juga: Jadwal Asia Talent Cup 2022, Sirkuit Mandalika Kebagian Dua Kali

Ia juga menyebutkan, selama mengikuti Pemagangan Dalam Negeri, siswa juga dilindungi Asuransi BPJS Ketenagakerjaan, sehingga siswa benar-benar terjamin hak-haknya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI