Mengenal Asal-usul dan Jenis Motif Batik yang Hiasi Sirkuit Mandalika

Arief Apriadi Suara.Com
Selasa, 09 November 2021 | 10:00 WIB
Mengenal Asal-usul dan Jenis Motif Batik yang Hiasi Sirkuit Mandalika
Foto udara pekerja menyelesaikan pengecatan ornamen Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (5/11/2021). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Area run-off di lintasan balap Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), bakal dihiasi dengan motif batik untuk mempromosikan budaya lokal.

Motif batik ini bakal dihadirkan di sisi pinggir aspal Sirkuit Mandalika dengan memadukan dua warna utama, yakni merah dan putih.

Nantinya, motif batik yang akan digunakan di area run-off sirkuit dengan nama resmi Pertamina Mandalika International Street Circuit ini bakal mengadopsi motif kain tenun ikat khas Sasak.

Motif batik ini kabarnya sudah hampir selesai digarap. Beberapa di antaranya hadir di area run-off tikungan ke-15 dan 16. Tikungan ini tak jauh dari race control.

Motif kain tenun ikat khas suku Sasak itu akan dibubuhkan dengan warna merah sebagai landasan utamanya. Sementara itu, warna putih digunakan untuk membentuk garis-garis motifnya.

Sebagai informasi, Sasak merupakan suku bangsa yang mendiami pulau Lombok, lokasi pembangunan Sirkuit Mandalika.

Suku Sasak memang dikenal dengan kemahirannya membuat kain menggunakan metode tenun. Sebab, setiap perempuan akan dikatakan dewasa dan siap berumah tangga apabila sudah pandai menenun.

Dalam bahasa orang Sasak, menenun disebut sebagai Sesek Kata ini berasal dari kata sesak, sesek, atau saksak. Sesek dilakukan dengan cara memasukan benang satu per satu (sak sak).

Kemudian, benang disesakkan atau dirapatkan hingga sesak dan padat agar bisa menjadi kain dengan cara memukul-mukulkan alat tenun.

Baca Juga: Kutukan Juara Dunia MotoGP Berlanjut, Fabio Quartararo Korban Terbaru

Yang menarik suara yang terdengar ketika memukul-mukul alat tenun tersebut terdengar seperti suara sak sak dan hanya dilakukan sebanyak dua kali.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI