Suara.com - Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mengatakan bahwa proses homologasi Sirkuit Mandalika yang merupakan calon tuan rumah World SuperBike dan MotoGP Indonesia bisa dilaksanakan satu pekan sebelum hari balapan.
Trek sepanjang 4,3km yang mengusung nama resmi Pertamina Mandalika Street Circuit itu belum mendapatkan lisensi dari federasi balap motor dunia FIM perihal keamanan dan kelayakan trek untuk menggelar kejuaraan dunia balap motor yang hanya bisa diberikan apabila lolos proses homologasi.
Di saat konstruksi lintasan sudah sepenuhnya selesai, pihak pengembang saat ini mengebut pengerjaan sarana pendukung seperti bangunan paddock dan pengecatan sirkuit.
"Homologasi pada prinsipnya di seluruh dunia sirkuit yang mau menggelar balapan seminggu sebelumnya dihomologasi," kata chief strategic and communication MGPA Happy Harinto di acara penandatanganan MoU dengan Dyandra Promosindo di Jakarta, Selasa (19/10/2021).
"Kami sudah menyiapkan hal itu, mana yang kurang, dan ini sedang kami siapkan semua.
"Saat ini ada proses yang namanya pengecatan sirkuit, washing sirkuit (pembersihan) itu akan menjadi tahap akhir dan race control yang sedang diinstal."
Kendati proses homologasi final belum dicapai, bukan berarti FIM dan Dorna Sports, selaku pemegang hak komersial WSBK dan MotoGP, tidak memiliki gambaran bagaimana kemajuan atau progres pembangunan Sirkuit Mandalika.
Pada April lalu telah dilakukan inspeksi langsung oleh managing director Dorna Sport Carlos Ezpeleta dan perwakilan FIM yaitu Franco Uncini (FIM Grand Prix Safety Officer).
Ezpeleta mengaku senang dengan keseluruhan progres Sirkuit Mandalika dan mengungkapkan setiap pekan mendapat laporan perkembangan pembangunan sirkuit.
Baca Juga: Dengan Prokes Ketat, Pemerintah Klaim Siap Gelar World Superbike Mandalika
Proses homologasi final sendiri akan menitikberatkan kepada sejumlah aspek utama seperti aspal, area run-off, pagar pembatas di trek.