"Ini kebanggaan tersendiri bagi kami sejak NTB mengikuti PON, karena ini emas pertama. Sementara di PON XIX Jawa Barat hanya mendapatkan satu perunggu. Tahun ini adalah prestasi terbaik bagi kami," kata Nurul.
Sedangkan medali perak dimenangkan oleh Jawa Timur yang menurunkan regu boulder putri beranggotakan Kharisma Ragil Rakasiwi, Choirul Umi, Amanda Narda Mutia dan Fitria Hartani. Hasil yang diperoleh regu boulder putri Jawa Timur adalah satu kali puncak dan tiga zona (1T3z).
Kharisma Ragil Rakasiwi menjadi penampil terbaik dalam regu ini dengan pencapaiannya pada zona pendakian pendek (boulder) pertama (B1), yaitu satu kali puncak dan satu zona (1T1z).
Terakhir, medali perunggu diraih oleh regu boulder putri Jawa Barat beranggotakan Salsabila, Betti Nawa Fatus Yoganita, Aura Paramaratri, dan Widia Fujiyanti dengan pencapaian satu kali puncak dan dua zona (1T2z).
Menurut Nurul, seluruh finalis nomor boulder beregu putri sebetulnya memiliki kemampuan yang hampir merata. Namun bila harus menunjuk saingan terberat, Nurul mengatakan mereka adalah kontingen Jawa Timur.
"Kalau dibilang sih, Jawa Timur saingan terberat kemarin," kata Nurul.
Atur strategi
Regu boulder putri NTB, kata Nurul, memiliki pemain yang lebih terbiasa bermain di nomor speed, bukan boulder.
Karena itu regu putri benar-benar mengatur strategi agar semua anggota berpeluang meraih puncak di tiap zona pendakian pendek atau boulder itu.
Baca Juga: Jawa Barat dan Riau Berbagi Emas Panahan Nomor Compound PON Papua
"Jadi kami betul-betul menghitungnya, semisal Anggun di jalur dua, Ayu di jalur satu, dan Nurul di jalur empat, begitu. Agar kami bisa meraih puncak (top) agar bisa mendapatkan medali emas," kata Nurul.