Praveen/Melati Jangan di Kamar Terus, Nanti Stres

Arief Apriadi Suara.Com
Jum'at, 23 Juli 2021 | 04:50 WIB
Praveen/Melati Jangan di Kamar Terus, Nanti Stres
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, melaju ke semifinal All England 2020 usai mengalahkan wakil China, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping, Jumat (13/3/2020). [Humas PBSI]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Asisten pelatih sektor ganda putra Indonesia, Nova Widianto memberi sedikit tips agar Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti bisa tampil rileks di Olimpiade Tokyo 2020.

Menurut Nova, yang merupakan peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 bersama Liliyana Natsir, Praveen/Melati jangan terlalu banyak pikiran.

Salah satu cara untuk menenangkan hati saat ketegangan melanda, kata Nova, adalah dengan menikmati suasana perkampungan atlet.

Praveen/Melati yang merupakan unggulan keempat turnamen, dihimbau Nova untuk tidak terlalu sering berada di kamar masing-masing.

Mereka harus menikmati suasana Olimpiade Tokyo seutuhnya, meskipun harus tetap menjaga sikap untuk selalu rendah hati.

"Saya bilang ke Jordan/Melati, pengalaman saya main di Olimpiade itu jangan terlalu banyak dipikirin, tidak harus dijadikan beban," kata Nova daam rilis PBSI, Kamis (22/7/2021).

"Dulu saya begitu, kalau setelah main saya keluar jalan-jalan di village karena kalau di dalam kamar saja kepikiran terus, stres, dan jadi tidak bisa tidur."

"Semua harus dijaga, makan, sikap dan lain-lain yang kecil-kecil itu, percaya tidak percaya ya itu berpengaruh. Yakin boleh tapi kita tidak boleh takabur," pesan Nova.

Pandemi Covid-19 membuat Olimpiade Tokyo berlangsung cukup berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya. Ajang ini bakal berlangsung tanpa penonton demi menghindari penyebaran infeksi virus Corona.

Baca Juga: Olimpiade Tokyo: Hujan Gol di Stadion Yokohama, Brasil Paksa Jerman Berlutut

Meski demikian, para atlet yang sudah terbukti bebas Covid-19, bisa menikmati suasana perkampungan atlet di Tokyo, lantaran panitia penyelenggara menerapkan sistem bubble atau gelembung.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI