Penyelenggara Bersiap Olimpiade Tokyo Tanpa Penonton

Rully Fauzi Suara.Com
Kamis, 29 April 2021 | 02:10 WIB
Penyelenggara Bersiap Olimpiade Tokyo Tanpa Penonton
Ring Olimpiade yang berada di markas besar ICO di Lausanne, Swiss. [AFP/Fabrice Coffrini]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Badan penyelenggara Olimpiade Tokyo bersiap menghadapi kemungkinan menggelar acara olahraga tersebut tanpa penonton karena pandemi virus corona terus merebak.

"Jika situasi diperkirakan akan menimbulkan masalah bagi sistem medis, untuk menempatkan prioritas tertinggi pada keselamatan dan keamanan, mungkin ada saatnya kita harus memutuskan melanjutkan tanpa penonton," kata Seiko Hashimoto usai menghadiri pertemuan virtual dengan penyelenggara lainnya, seperti dilaporkan kantor berita Kyodo, Rabu.

Selama pertemuan yang dihadiri lima pihak, termasuk Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach, penyelenggara sepakat mengambil keputusan akhir mengenai kapasitas penonton pada Juni karena kebutuhan untuk memantau pandemi dengan cermat.

Sementara penyelenggara telah memutuskan melarang penonton dari luar negeri, Hashimoto juga mengatakan akan "sangat sulit" menggelar Olimpiade dan Paralimpiade di depan orang banyak jika situasi infeksi saat ini di Jepang tidak membaik.

Sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan pertandingan, penyelenggara memutuskan untuk melakukan tes COVID-19 kepada semua atlet setiap hari.

Dengan waktu kurang dari tiga bulan hingga dimulainya Olimpiade, para atlet dan staf dari luar negeri juga akan dites COVID-19 dua kali sebelum berangkat dari negara masing-masing, kata badan penyelenggara.

Aturan baru tersebut disertakan dalam versi terbaru dari "buku pedoman" yang berisi langkah-langkah antisipasi penyebaran virus yang harus diterapkan selama pertandingan.

"IOC berkomitmen penuh untuk keberhasilan dan keselamatan penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020," kata Bach dalam pidato pembukaannya pada pertemuan online, menambahkan akan "menegakkan secara ketat" aturan COVID-19.

Sementara sekitar 577.000 kasus COVID-19 terkonfirmasi di Jepang, lebih sedikit dari banyak negara lain, survei yang telah berulang kali dilakukan menunjukkan mayoritas orang Jepang tidak mendukung Olimpiade yang telah ditunda satu tahun itu tetap diadakan.

Baca Juga: Pemerintah Tokyo Tarik Rem Darurat COVID-19, Begini Reaksi Presiden IOC

Penyelenggara telah menekankan pentingnya tes COVID-19 secara berkala bagi atlet dan ofisial untuk mendeteksi infeksi pada tahap awal dan mencegah pertandingan menjadi tempat penyebaran virus corona.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI