Suara.com - Pandemi Covid-19 bukan hanya satu-satunya faktor yang membuat dunia olahraga, termasuk MotoGP 2020 berlangsung penuh kejutan. Absennya sang juara bertahan Marc Marquez membuat persaingan meraih titel juara jadi tak terduga.
Sembilan pemenang berbeda muncul di kelas premier, menyamai rekor sepanjang masa di musim 2016, di mana mahkota juara dunia pindah ke tangan pembalap Suzuki Joan Mir di saat Marc Marquez menjadi pesakitan sejak seri pembuka di Jerez.
Musim balapan 2020 boleh jadi layak mendapat selebrasi tersendiri setelah sempat menjadi kemustahilan di saat virus corona menjadi wabah global awal tahun ini.
Batalnya Grand Prix Qatar, yang seharusnya menjadi seri pembuka pada Maret, memaksa FIM dan Dorna Sports harus bertarung melawan waktu mengatur ulang kalender serta melakukan lobi-lobi ke para promotor dan negara tuan rumah.

Melihat situasi pandemi yang dinamis dan tak bisa diprediksi, Dorna akhirnya memutuskan untuk membawa sirkus MotoGP hanya di daratan Eropa untuk 14 seri musim ini yang mengambil start di Jerez, Juli. Sejumlah sirkuit pun menjadi tuan rumah dua balapan beruntun untuk pertama kalinya.
Dalam waktu vakum empat bulan itu, ketrampilan membalap Marquez bersaudara, Valentino Rossi, Fabio Quartararo dan para pebalap lainnya diuji dalam balapan virtual yang disiarkan langsung lewat berbagai kanal.
Rivalitas mereka masih kentara meski dalam suasana yang kasual dan penuh senda gurau demi mengobati kerinduan para fan MotoGP di seluruh dunia. Suatu pemandangan dan pengalaman menonton yang cukup langka.
Jawara-jawara baru
Jelang seri pembuka di Jerez, Quartararo pernah mewanti-wanti bahwa salah satu hal krusial demi menyintas musim balapan yang sangat padat tahun ini adalah sebisa mungkin menghindari cedera.
Baca Juga: Kaleidoskop 2020 : Deretan Koleksi Mobil Para Pejabat yang Terciduk KPK
"Satu kali cedera berarti kalian bisa melewatkan banyak balapan," kata sang pebalap Prancis yang menjadi rookie terbaik 2019 itu.