Kecam Presiden Macron, Khabib Nurmagomedov Dapat Peringatan

Arief Apriadi Suara.Com
Kamis, 05 November 2020 | 14:12 WIB
Kecam Presiden Macron, Khabib Nurmagomedov Dapat Peringatan
Petarung MMA, Khabib Nurmagomedov. [Kirill KUDRYAVTSEV / AFP]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Mantan atlet mixed martial arts (MMA) Khabib Nurmagomedov mendapat peringatan usai mengecam Presiden Prancis, Emmanuel Macron, perihal kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Peringatan itu dilontarkan sesama olahragwan Rusia, Andrei Rychagov. Atlet hoki itu meminta Khabib Nurmagomedov untuk berhati-hati dalam berucap.

“Saya percaya bahwa seseorang yang dikenal jutaan orang, dan yang telah menempuh jalur olahraga yang panjang dan sulit, memiliki tanggung jawab besar atas semua yang dia katakan atau lakukan,” kata Rychagov dikutip dari RT, Kamis (5/11/2020).

Menurut atlet gaek berusia 38 tahun itu, Khabib Nurmagomedov harus punya pertimbangan sebelum berkomentar dalam banyak hal, khususnya yang menyangkut isu sensitif.

"Anda perlu lebih berhati-hati dalam pernyataan dan tindakan Anda, terutama jika menyangkut kata-kata yang dapat menyebabkan kekerasan atau sesuatu yang serupa," kata Rychagov.

Khabib diketahui turut mengecam Prancis dan Emmanuel Macron terkait kasus penghinaan nabi Muhammad lewat karikatur yang dibuat majalah satire Charlie Hebdo.

Menurut Khabib, orang-orang yang sengaja melakukan atau mendukung aksi penghinaan terhadap nabi Muhammad tak ubahnya sebagai musuh umat Islam dan Muslim.

Karikatur nabi Muhammad buatan Charlie Hebdo telah memicu gesekan di masyarakat Prancis. Kantor majalah satir itu sempat diserang dan menewaskan 11 orang pada 2015 silam.

Terbaru, seorang guru Prancis bernama Samuel Paty dibunuh karena menunjukkan kartun nabi Muhammad di depan murid-muridnya dengan dalih mengajarkan kebebasan berpendapat.

Baca Juga: Telepon Langsung, Putin Undang Khabib Nurmagomedov ke Istana Kremlin

Paty dipenggal oleh pengungsi asal Chechnya, Abdoullakh Anzorov. Remaja 18 tahun itu membunuh sang guru di luar sekolah menengah di Bouis-d'Aulne, 16 Oktober lalu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI