Suara.com - Mantan atlet mixed martial arts (MMA), Khabib Nurmagomedov mengecam pihak-pihak yang sengaja menghina nabi Muhammad dengan menyebutnya sebagai musuh umat Islam dan Muslim.
Komentar Khabib merujuk penerbitan karikatur nabi Muhammad oleh majalah satir Prancis, Charlie Hebdo, yang telah lama menuai kontroversi.
Karikatur nabi Muhammad buatan Charlie Hebdo telah memicu gesekan di masyarakat Prancis. Kantor majalah satir itu sempat diserang dan menewaskan 11 orang pada 2015 silam.
Terbaru, seorang guru Prancis bernama Samuel Paty dibunuh karena menunjukkan kartun nabi Muhammad di depan murid-muridnya dengan dalih mengajarkan kebebasan berpendapat.
Paty dipenggal oleh pengungsi asal Chechnya, Abdoullakh Anzorov. Remaja 18 tahun itu membunuh sang guru di luar sekolah menengah di Bouis-d'Aulne, 16 Oktober lalu.
Pemerintah Prancis langsung bersikap dengan mendeklarasikan perang terhadap Islam radikal. Abdoullakh Anzorov langsung ditembak mati beberapa saat setelah pembunuhan itu.
Mengomentari dinamika yang terjadi, Khabib Nurmagomedov memberikan pendapat melalui media sosial Instagram. Dia menganggap orang-orang yang coba menghina nabi Muhammad tak bedanya dengan musuh Islam.
"Saat ini, dengan dalih memperjuangkan kebebasan berbicara, musuh Islam dan Muslim dari berbagai tingkatan mencoba untuk menyinggung perasaan ratusan juta orang beriman di seluruh dunia dengan menggambar kartun dari orang-orang terbaik," kata Khabib.
"Apakah mereka benar-benar percaya bahwa dengan cara ini mereka akan dapat memadamkan cahaya Allah, penyebaran yang Dia janjikan akan diakhiri dalam kitab indahnya."
Baca Juga: Khabib Dituduh Sengaja Turunkan Berat Badan, Covington: Dia Adalah Pengecut

Eks petarung yang memutuskan pensiun pada 25 Oktober lalu usai mempertahankan titel juara dunia kelas ringan UFC itu berharap orang-orang yang dengan sengaja memusuhi Islam dapat segera diberi ganjaran.