Suara.com - Anthony Sinisuka Ginting dan Lin Dan (China) adalah dua tunggal putra beda generasi. Namun, saat mendengar kabar Lin Dan pensiun, pebulutangkis 23 tahun itu merasa kehilangan.
Menurut Ginting, Lin Dan adalah sosok panutan. Kerja keras dan prestasi yang mentereng, membuatnya amat menghormati dan menjadikan Lin Dan panutan.
"Kalau ada yang hilang mungkin lebih ke sosoknya. Bagaimana pun Lin Dan merupakan salah satu role model saya di bulutangkis," ujar Ginting kepada PBSI dikutip Suara.com, Minggu (19/7/2020).
"Jadi yang biasanya bisa melihat secara langsung di lapangan, setelah ini ya enggak ada."
Baca Juga: Lin Dan Pensiun, Peter Gade: Lawan Terberat yang Pernah Saya Hadapi
Secara persaingan, Ginting menilai pensiunnya Lin Dan tak akan banyak berpengaruh. Pasalnya, performa peraih dua medali emas Olimpiade itu memang sudah menurun dalam beberapa tahun terakhir.
"Kalau dilihat terakhir-terakhir sebenarnya enggak begitu (kuat persaingannya)," beber Ginting.
"Ya, mungkin faktor usia segala macam, jadi enggak segalak dulu, saat dua tiga tahun lalu," tambahnya.
Ginting dan Lin Dan tercatat sempat lima kali bertemu, di mana rekor kemenangan masih dipegang maestro bulutangkis China, dengan skor 2-3.
Lin Dan memutuskan pensiun pada Sabtu (5/7/2020) di usia 36 tahun. Kabar tersebut diungkapkan rival Taufik Hidayat itu lewat media sosial China, Weibo.
Baca Juga: 8 Kemenangan Prestisius Dalam Karier Lin Dan