Suara.com - Sekjen PBSI Achmad Budiharto mengaku realistis dengan peluang Indonesia di Piala Uber 2020. Menurutnya, tim putri Indonesia masih butuh pengalaman.
"Untuk tim Uber kita masih harus berjuang keras dan realistis. Mungkin kita harus menambah jam terbang lagi," kata Budi di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (19/2/2020).
Pernyataan Budi didasarkan pada hasil yang diperoleh tim putri Indonesia pada ajang Badminton Asia Team Championships 2020, pekan lalu.
![Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, takluk dari wakil Jepang, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, dalam babak perempat final BATC 2020, Jumat (14/2). Indonesia kian tertinggal dari Jepang dengan skor 0-2. [Humas PBSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/02/14/86205-greysia-poliiapriyani-rahayu-dan-yuki-fukushimasayaka-hirota.jpg)
Ditarget masuk semifinal, Greysia Polii cs terhenti babak perempat final BATC 2020 usai dikalahkan Jepang dengan skor 0-3.
Padahal turnamen bulutangkis beregu dua tahunan itu merupakan salah satu kejuaraan kualifikasi Piala Uber 2020.
Kendati begitu, tim putri Indonesia tetap lolos ke putaran final Piala Uber 2020 dari hasil peringkat dunia.
Indonesia saat ini berada di peringkat ketiga dunia, di bawah China dan juara bertahan Jepang.
Di Piala Uber 2020, PBSI menargetkan tim putri Indonesia setidaknya dapat lolos fase grup, yang merupakan satu target realistis saat ini.
"Kita sih berharap paling tidak lolos dari fase grup dan masuk ke babak berikutnya," ujar Budi dilansir dari Antara.
Baca Juga: Resmi! Skuat Timnas Indonesia di Kualifikasi Asia, Andalkan Pemain Lokal
Piala Uber 2020 akan dilangsungkan di Aarhus, Denmark, 16-24 Mei mendatang.