"Saya tak mau berpikiran seperti itu, tapi setiap mau tidur saya justru kepikiran soal lawan (nanti). Tak seperti biasanya, mungkin karena berpikir kans juara itu ada," sambungnya.
![Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan merengkuh trofi Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Minggu (25/8/2019) malam WIB. [Dok. PBSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/08/26/69710-hendra-setiawan-dan-mohammad-ahsan.jpg)
Lebih jauh, Ahsan menjelaskan puncak ketegangannya muncul jelang laga semifinal Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019.
Saat itu, ia dan Hendra dihadapkan dengan pasangan muda kompatriotnya sendiri, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Untuk menangani rasa tegang, Ahsan hanya mencoba pasrah, berdoa dan menelepon sang Istri, Christine Novitania, yang berada di Tanah Air.
"Sebenarnya tidak mau memikirkan. Tapi kepikiran juga. Apalagi saat semifinal. Itu yang saya lakukan berdoa saja, pasrah, dan telepon istri," ungkap Ahsan.