Suara.com - Tim bola basket Bogor Siliwangi mundur dari kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) musim depan. Keputusan ini menyusul lisensi mereka dicabut.
Pencabutan karena Bogor Siliwangi dinilai gagal memenuhui ketentuan yang diwajibkan pihak liga. Salah satunya soal keterlambatan gaji para pemain.
"Mereka tak bisa memenuhi kewajiban melunasi tunggakan gaji pemain serta kewajiban-kewajiban lainnya," kata Direktur IBL Hasan Gozali dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Selasa (28/5/2019).
IBL sendiri telah memberikan batas waktu kepada Bogor Siliwangi hingga 20 Mei 2019.
Namun, tenggat waktu tersebut nyatanya tak mampu dimanfaatkan tim yang diperkuat Daniel Wenas itu untuk memenuhi kewajibannya.
"Namun, sampai batas yang ditentukan mereka belum juga bisa memberikan jawaban," tutur Hasan.
Hasan menjelaskan jika didepaknya Bogor Siliwangi dari IBL tak serta-merta membuat pihak liga cuci tangan terhadap nasib para pemain.
Pihak IBL, kata Hasan, akan memfasilitasi mediasi para pemain dan pihak legal demi menyelesaikan masalah tersebut.
Baca Juga: Pengamat: Sekali Dipukul Manny Pacquiao, Keith Thurman Bakal...
"Dengan terpaksa mereka (Bogor Siliwangi) kami anggap mengundurkan diri," tukas Hasan.
![Tim basket Stapac Jakarta merayakan keberhasilan menjadi juara IBL 2018-2019 seusai memenangi game kedua final IBL 2018-2019 atas Satria Muda, 74-46, di GOR Ctra, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/3/2019). [Antara/M Agung Rajasa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/03/23/76284-stapac-jakarta-juara-ibl-2018-2019.jpg)
Bogor Siliwangi musim lalu berada pada peringkat keempat Divisi Putih dengan mengantongi lima kemenangan dari 18 kali bertanding.
Kemenangan pertama mereka musim lalu justru diperoleh dengan mengalahkan Stapac Jakarta yang kemudian keluar sebagai juara IBL 2018-2019.