Enam Sejarah Tercipta di Asian Para Games 2018

Minggu, 14 Oktober 2018 | 12:45 WIB
Enam Sejarah Tercipta di Asian Para Games 2018
Upacara Penutupan Asian Para Games 2018 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Sabtu (13/10/2018). (Suara.com/Arief Apriadi)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

2. Bhutan Menjalani Debut di Asian Para Games

Asian Para Games 2018 menjadi saksi sejarah untuk pertama kalinya Buthan mengikuti pesta olahraga difabel Asia.

Setelah absen di dua perhelatan terakhir, negara Asia Selatan itu akhirnya bisa menjalani debut.

Buthan datang ke Jakarta dengan kontingen minimalis. Mereka hanya membawa dua atlet yaitu Pema Regisel dan Kinley Dem.

Pema Regisel turun di cabang olahraga panahan nomo 70 meter kursi roda. Sementara Kinley Dem berpartisipasi di cabang olahraga menembak nomo 10 meter kursi roda.

Namun, kiprah Bhutan di Asian Para Games 2018 kurang memuaskan. Mereka menjadi satu dari beberapa negara yang gagal meraih medali.

3. Pertama Kalinya Laos dan Timor Leste Raih Medali

Asian Para Games 2018 menjadi perhelatan spesial bagi beberapa negara peserta. Bagi Laos dan Timor Leste, mereka berhasil mengukir sejarah.

Asian Para Games 2018 menjadi saksi, untuk kali pertama, kontingen Laos dan Timor Leste meraih medali di pesta olahraga difabel terbesar Asia.

Baca Juga: Asian Para Games 2018: 7 Rekor Ini Dicetak Kontingen Indonesia

Hebatnya, pecah telur yang dilakukan kedua negara langsung berbuah medali emas. Timor Leste meraih dua emas dan satu perunggu, sedangkan Laos meraih satu medali emas.

Timor Leste meraih dua medali emas dari cabang olahraga atletik, semetara medali perunggu diraih melalui cabor tenis meja.

Sementara Laos berhasil meraih satu-satunya medali emas melalui cabang olahraga para-powelifting nomor 49 kg putra atas nama Pia Laophakdee.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI