Suara.com - Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan menunaikan salat Tarawih dan Witir.
Setiap malam, jamaah berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikan salat sunnah Tarawih dan Witir dengan penuh kekhusyukan. Namun, tak jarang muncul pertanyaan mengenai bacaan surat untuk salat Tarawih yang sebaiknya dibaca dalam setiap rakaatnya.
Mengutip ulasan di website Muhammadiyah, tidak ada ketentuan baku mengenai bacaan yang harus dibaca dalam salat Tarawih. Imam memiliki kebebasan dalam memilih surat, selama tetap mempertimbangkan kondisi jamaah.
Hal ini sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW agar imam tidak memperpanjang bacaan jika berpotensi memberatkan makmum, terutama lansia, anak-anak, atau mereka yang memiliki keperluan mendesak.
Sebagai panduan, berikut beberapa bacaan surat untuk salat Tarawih dan Witir yang bisa menjadi pilihan agar tetap ringan namun memiliki makna mendalam:
Rekomendasi Bacaan Surat untuk Salat Tarawih
- Rakaat Pertama: Ayat Kursi (Al-Baqarah 2:255) – Mengandung makna tauhid yang kuat dan keagungan Allah.
- Rakaat Kedua: Surat Al-Dhuha (93:1-11) – Menenangkan hati dan memberi motivasi agar tetap sabar dalam menghadapi kehidupan.
- Rakaat Ketiga: Surat Al-Baqarah (1-7) – Menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.
- Rakaat Keempat: Surat Al-Takasur (102:1-8) – Mengingatkan agar tidak terlena dengan dunia dan lebih fokus pada akhirat.