Ramadan 2025 Berapa Hijriah? Sambut Ramadan dengan Amalan Berikut!

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Rabu, 26 Februari 2025 | 07:36 WIB
Ramadan 2025 Berapa Hijriah? Sambut Ramadan dengan Amalan Berikut!
Ramadhan 2025 Berapa Hijriah? (Freepik)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Ramadan adalah bulan yang sarat berkah dan selalu dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia. Pada bulan suci ini, umat Islam menjalankan ibadah puasa serta meningkatkan amal ibadah guna meraih pahala yang berlipat ganda.  

Dalam menyambut bulan suci, sebagian umat Islam bertanya-tanya mengenai kecocokan Ramadan tahun ini dengan kalender Hijriah. Lantas, di tahun 2025 ini, Ramadan jatuh pada tahun berapa dalam kalender Hijriah?  

Ramadan 2025 Berapa Hijriah?  

Berdasarkan kalender Hijriah 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, Ramadan 2025 bersamaan dengan Ramadan 1446 Hijriah. Awal Ramadan 1446 H diperkirakan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025, tetapi ketetapan resminya akan ditentukan melalui sidang isbat.  

Baca Juga: Keutamaan Sholawat Malam Jumat: Rahasia Berkah Melimpah

Tahun 1446 Hijriah sendiri telah dimulai sejak Juli 2024 lalu, tepatnya pada 1 Muharram 1446 H yang jatuh pada Minggu, 7 Juli 2024.  

Seiring berjalannya waktu, kini tahun Hijriah tersebut telah memasuki bulan ke-9, yaitu Ramadan. Dengan tibanya Ramadan 1446 H, umat Islam bersiap menyambut bulan yang penuh berkah untuk menjalankan ibadah puasa serta meningkatkan amal kebaikan.  

Kapan Awal Ramadan 2025?  

Awal Ramadan 2025 secara resmi akan diputuskan setelah Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat pada 29 Syaban 1446 H. Sidang ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 28 Februari 2025, di Auditorium H.M. Rasjidi, Kemenag, Jakarta Pusat.  

Dalam sidang isbat, akan dibahas data hisab serta dilakukan verifikasi hasil rukyatul hilal. Keputusan mengenai awal Ramadan nantinya akan mempertimbangkan kriteria yang telah disepakati oleh negara-negara MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).  

Baca Juga: Rekomendasi Barang Wajib Dibeli untuk Persiapan Ramadan 2025

Berdasarkan kriteria MABIMS, hilal dianggap memenuhi syarat imkanur rukyat jika berada pada ketinggian minimal 3 derajat. Selain itu, sudut elongasi hilal harus mencapai sekurang-kurangnya 6,4 derajat agar dapat ditetapkan sebagai awal bulan Ramadan.  

Sementara itu, menurut Muhammadiyah, awal Ramadan 2025 jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Ketetapan ini didasarkan pada hasil perhitungan hisab yang dituangkan dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025.  

Penetapan ini dilakukan berdasarkan metode hisab yang menjadi acuan Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk awal Ramadan tahun 2025 ini.  Dalam menyambut bulan Ramadan yang penuh keberkahan, tentu kita perlu melakukan berbagai aktivitas yang bermanfaat dan bernilai ibadah.

Cek Amplop Lebaran Termurah di Sini

Amalan Menyambut Bulan Ramadan

Amalan Menyambut Ramadan
Setelan baju koko menyambut Ramadan. (Instagram) Beli di sini

Merangkum dari beberapa sumber, berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan oleh umat Islam dalam menyambut Ramadan.  

1. Membayar Hutang Puasa Ramadan Tahun Lalu  

Melunasi hutang puasa yang tertinggal merupakan persiapan utama dan wajib dalam menyambut datangnya bulan Ramadan. Hal ini terutama berlaku bagi wanita yang biasanya tidak dapat berpuasa karena masa haid.  

Hutang puasa dapat diganti sepanjang tahun hingga bulan Syaban. Oleh karena itu, sebaiknya melunasi utang puasa sebelum bulan Syaban berakhir.  

2. Memperbanyak Puasa Sunnah di Bulan Syaban  

Sebulan sebelum Ramadan, yakni di bulan Syaban, Rasulullah SAW sering melaksanakan puasa. Imam Baihaqi dalam bukunya "Waktu-waktu Penuh Berkah: Khazanah Islam Klasik" menyebutkan bahwa Rasulullah SAW berpuasa hampir sepanjang bulan Syaban.  

Abu Salamah RA pernah bertanya kepada Aisyah RA mengenai puasa Rasulullah SAW, dan beliau menjawab:  

"Rasulullah SAW berpuasa hingga kami mengira bahwa beliau tidak akan berbuka, dan beliau juga tidak berbuka hingga kami mengira bahwa beliau tidak akan berpuasa. Dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa sebanyak di bulan Syaban, hampir sebulan penuh." (HR Muslim, Nasa'i, dan Ahmad)  

Imam Syafi'i juga menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW berpuasa hampir sebulan penuh pada bulan Syaban, hanya beberapa hari saja beliau tidak berpuasa.  

3. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an  

Menjelang Ramadan, umat Islam juga dapat meningkatkan amalan dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an. Dalam "Kitab Lathoiful Ma'arif" karya Ibnu Rajab, disebutkan bahwa Amru bin Qois Al Mala-i, ketika memasuki bulan Syaban, menutup tokonya dan lebih fokus dalam membaca Al-Qur'an.  

4. Mempelajari Ilmu tentang Puasa Ramadan  

Umat Islam dapat memperkaya pengetahuan mereka mengenai puasa Ramadan. Beberapa hal yang perlu dipahami antara lain hukum, tata cara, serta berbagai ketentuan syariat terkait ibadah puasa.  

Selain itu, umat Islam juga bisa mempelajari keutamaan Ramadan serta bagaimana cara meraih keberkahannya sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.  

5. Berdoa agar Dipertemukan dengan Ramadan  

Salah satu amalan lain adalah memperbanyak doa agar diberikan kesempatan bertemu dengan bulan Ramadan. Dalam buku "Amalan di Bulan Ramadan" karya Mardiyah, disebutkan bahwa sebagian ulama salaf berdoa kepada Allah SWT selama enam bulan sebelum Ramadan agar diberikan kesempatan bertemu dengannya, dan lima bulan setelahnya agar amal ibadah mereka diterima.  

Doa ini merupakan wujud harapan seorang hamba agar bisa menjalani Ramadan dengan sebaik-baiknya dan memperbanyak ibadah di dalamnya.  

6. Menata Niat  

Sebagai umat Islam, kita juga dapat mempersiapkan niat serta hati dengan penuh kebahagiaan dalam menyambut Ramadan. Ini merupakan konsekuensi logis setelah memahami kemuliaan serta limpahan ampunan Allah di bulan suci ini.  

7. Melakukan Rukyatul Hilal Jika Memiliki Kemampuan dan Ilmunya  

Amalan lain yang dapat dilakukan adalah melihat hilal untuk menentukan masuknya bulan Ramadan, terutama bagi mereka yang memiliki kemampuan serta ilmu dalam bidang ini.  

Pengamatan hilal dapat dilakukan pada sore hari tanggal 29 Syaban hingga matahari terbenam sempurna. Jika hilal tidak terlihat, maka jumlah hari dalam bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari.  

8. Ziarah Kubur  

Menjelang Ramadan, ziarah kubur juga menjadi salah satu amalan yang bisa dilakukan. Dari berbagai sumber, disebutkan bahwa Rasulullah SAW membolehkan ziarah kubur, meskipun tidak menetapkan waktu khusus untuk pelaksanaannya.  

Semoga informasi di atas bermanfaat. Marhaban ya Ramadan!

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI