Suara.com - Berpuasa sambil tetap bekerja bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga kondisi tubuh tetap terhidrasi di bulan suci Ramadan 2025.
Master of Anti Aging and Aesthetic Medicine dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, dokter Nadia Alaydrus mengingatkan bahwa dehidrasi ringan saat puasa dapat menyebabkan tubuh mudah lemas dan sulit berkonsentrasi.
"Orang yang mengalami dehidrasi biasanya terlihat sayu, sulit fokus, dan merasa lemas," ujar Nadia, dikutip dari Antara, Selasa (24/2/2025).
Jika kondisi dehidrasi semakin parah, tubuh akan mengalami gangguan imunitas. Salah satu tandanya bisa terlihat dari kuku ibu jari yang ditekan hingga memutih namun membutuhkan waktu lama untuk kembali ke warna semula.
Nadia menegaskan bahwa dehidrasi yang berat dapat mengganggu aktivitas harian dan membutuhkan penanganan medis segera.
"Tubuh kita sebagian besar terdiri dari air, sehingga jika kekurangan cairan, imunitas tubuh bisa menurun," jelasnya.
Untuk mencegah dehidrasi saat menjalankan puasa, berikut beberapa cara yang disarankan:
1. Konsumsi cukup air mineral minimal 6 hingga 12 gelas sehari, dibagi antara waktu berbuka hingga sahur.
2. Hindari minuman berkafein dan manis, karena dapat meningkatkan produksi urine dan mempercepat kehilangan cairan.
3. Konsumsi buah dan sayur yang tinggi kandungan air, seperti semangka, timun, dan jeruk, agar tubuh tetap terhidrasi.
4. Istirahat yang cukup, untuk membantu tubuh mempertahankan keseimbangan cairan.
5. Kurangi aktivitas fisik berlebihan, terutama saat cuaca panas, agar tidak kehilangan cairan tubuh terlalu banyak.
6. Kenali tanda-tanda dehidrasi, seperti pusing, lemas, dan bibir kering, serta segera ambil tindakan jika mengalami gejala tersebut.
Menurut Nadia, kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, sehingga penting untuk menyesuaikan asupan cairan dengan kondisi tubuh masing-masing. Dengan menjaga hidrasi yang baik, para pekerja tetap dapat menjalankan puasa dengan lancar dan tetap produktif.