Panduan Lengkap Qadha Puasa Ramadhan: Niat, Tata Cara, dan Ketentuan

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Jum'at, 03 Januari 2025 | 12:11 WIB
Panduan Lengkap Qadha Puasa Ramadhan: Niat, Tata Cara, dan Ketentuan
Niat Puasa Qadha Ramadhan untuk Mengganti Utang Puasa, Ini Ketentuannya (Freepik)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillahi ta'ālā.

Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."

Ketentuan Mengenai Puasa Qadha Ramadhan

1. Wajib Mengganti Sesuai Jumlah Puasa yang Ditinggalkan

Setiap muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan, baik karena sakit, bepergian, atau alasan lainnya, wajib menggantinya di luar bulan Ramadhan. Misalnya, jika seseorang meninggalkan 5 hari puasa karena sakit, maka ia wajib mengqadha 5 hari tersebut.

2. Boleh Dilakukan Secara Berurutan atau Terpisah

Sebagian ulama berpendapat bahwa puasa qadha sebaiknya dilakukan secara berurutan jika puasa yang ditinggalkan juga dilakukan berturut-turut. Namun, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa puasa qadha boleh dilakukan terpisah sesuai dengan keinginan seseorang.

3. Waktu yang Diperbolehkan

Baca Juga: Puasa Rajab Amalan Bid'ah? Ini Hukumnya Menurut Buya Yahya

Waktu untuk mengqadha puasa Ramadhan dimulai dari hari raya Idul Fitri, setelah bulan Ramadhan, hingga bulan Sya'ban tahun berikutnya. Namun, ada pengecualian seperti hari tasyrik (11-13 Dzulhijjah) dan hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal) dan Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI