Yaqut Cholil Qoumas Beberkan 5 Poin Penting Penyelenggaraan Haji 2024

Sabtu, 15 Juni 2024 | 22:50 WIB
Yaqut Cholil Qoumas Beberkan 5 Poin Penting Penyelenggaraan Haji 2024
Yaqut Cholil Qoumas Beberkan 5 Poin Penting Penyelenggaraan Haji 2024 [MCH 2024]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sebagai Amirul Hajj menyampaikan sambutan di prosesi wukuf Arafah pada hari ini, 9 Dzulhijah atau Sabtu 15 Juni 2024.

Menurut Menag Yaqut dalam sambutannya penyelenggaraan haji 2024 didasarkan pada semangat untuk menciptakan kemaslahatan bagi jemaah haji Indonesia, wa bil khusus jemaah lansia dan disabilitas, sesuai dengan tema Haji Ramah Lansia.

"Maka sebagai bentuk tanggungjawab Pemerintah Indonesia, penyelenggaraan ibadah haji disesuaikan dengan kaidah dar’ul mafasid muqoddam ala jalbil mashalih, di mana menghindarkan mudharat atau hal-hal yang tidak baik haruslah diutamakan dibandingkan mendapatkan kebaikan-kebaikan," ucap Menag Yaqut, di Arafah.

"Setiap layanan dan rangkaian ibadah haji ditentukan dengan pertimbangan kaidah di atas dan dengan mendengarkan pendapat para ulama Indonesia untuk memastikan semua tahapannya sesuai dengan syariat Islam," sambungnya.

Menag menambahkan ada lima poin penting dalam penyelenggaraan haji 2024. Pertama terkait percepatan keimigrasian.

"Percepatan Keimigrasian (fast track) jemaah dilakukan di tiga embarkasi besar yaitu Jakarta, Solo dan Surabaya sehingga masa antrian di Bandara Saudi tidak lama," ucap Gus Men.

Kedua, terkait bimbingan manasik ibadah haji. Menurut Menag, bimbingan manasik haji dilakukan secara intensif dan variatif, dengan berbagai pola seperti manasik sepanjang tahun, sapa jemaah, metode online dan ofline serta media manasik yang menarik dan kekinian.

Ketiga, soal makanan atau katering untuk jemaah haji Indonesia. Katering untuk jemaah haji sangat bercitarasa Indonesia.

"Penggunaan bumbu masakan dan juru masak (chef) asal Indonesia. Selain untuk menjaga cita rasa khas kuliner Indonesia, ini berdampak meningkatkan ekspor Indonesia ke luar negeri dan membangun ekosistem ekonomi haji yang prospektif," jelasnnya.

Baca Juga: Pesan Mendalam Khutbah Arafah: Haji Momentum Asah Diri Jadi Manusia Sesungguhnya

Selanjutnya, perubahan Batik jemaah haji; selain nilai estetis yang baik, perubahan model batik jemaah haji mempunyai makna tersendiri.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI