Suara.com - Ketua Komisi VIII DPR RI, Ashabul Kahfi berikan penjelasan resmi terkait ia dan rekannya Arteria Dahlan sempat diperiksa polisi Arab Suadi jelang wukuf di Arafah.
Penjelasan Ashabul Kahfi disampaikannya secara tertulis kepada pelaksana Media Center Haji 2024 atau MCH 2024, memasuki ibadah wukuf di Arafah para jemaah haji.
Menurut Kahfi, bahwa ia dan Arteria Dahlan sempat dihentikan saat akan masuk ke Mekkah jelang wukuf di Arafah. Petugas keamanan Saudi atau Askar itu memeriksan dokumen anggota DPR tersebut.
Proses ini berlangsung kurang lebih 10 menit dan merupakan bagian dari prosedur rutin yang diterapkan oleh pihak keamanan setempat.
Ditegaskan oleh Ashabul Kahfi, bahwa pemeriksaan ini dilakukan bukan hanya kepada kami, tetapi kepada semua calon jemaah haji yang menggunakan visa non haji.
"Prosedur ini adalah langkah preventif untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan ibadah haji. Kedua, saya ingin menegaskan pentingnya Kepatuhan terhadap Aturan dan Pengawasan Ketat," jelasnya.
Menurut Ashabul Kahfi, ia melihat aturan ketat petugas Saudi ini sebagai hal yang positif. Pemerintah Saudi terus memperketat pengawasan untuk memastikan bahwa semua calon jemaah haji mematuhi peraturan yang berlaku, terutama terkait penggunaan visa haji.
Aturan ini diberlakukan untuk mencegah penyalahgunaan visa dan untuk memastikan bahwa hanya mereka yang memiliki visa haji yang sah yang bisa melaksanakan ibadah haji. Ini adalah langkah yang sangat diperlukan untuk menjaga integritas dan keamanan pelaksanaan haji.
Ditambahkan Ashabul Kahfi, bahwa hal yang dialami oleh Arteria Dahlan tidak terlalu dibesar-besarkan.
Baca Juga: Prosesi Tarwiyah: Sunnah atau Wajib untuk Dijalani Jemaah Haji? Ini Penjelasannya
"Saya mengimbau kepada semua pihak agar tidak membesar-besarkan kejadian ini. Kami memahami dan menghormati aturan yang diterapkan oleh Pemerintah Arab Saudi," kata Ashabul Kahfi.