Suara.com - Turki dikenal sebagai negara yang kaya kisah sejarah dan masih menyimpan sisa-sisa peradabannya hingga saat ini. Tak heran, negara yang berada di perbatasan Eropa dan Asia tersebut menjadi daya tarik wisatawan mancanegara termasuk dari Indonesia.
Berdasarkan data dari Turkiye Tourism Promotion and Development Agency (TGA), jumlah turis Indonesia yang berkunjung ke Turki pada 2023 mencapai 178,800 pengunjung.
Destinasi terbanyak yang dikunjungi adalah Istambul seperti Hagia Sophia dan Cappadocia. Namun daya tarik Turki bukan Istanbul semata. Negeri yang pernah dikuasai oleh kerajaan Seljuk hingga Ottoman ini masih menyimpan sederatan kisah menarik dari warisan budaya di berbagai kota lainnya.
Di antara bukti sisa peradaban yang masih dijaga hingga sekarang, misalnya seperti masjid-masjid kayu yang tersebar di empat Kota yakni Ankara, Eskisehir, Afyonkarahisar dan Konya.
Untuk menyusuri masjid-masjid tersebut, Suara.com berkesempatan bergabung dalam trip 'Authentic Wooden Mosques in Anatolia' yang diselenggarakan oleh TGA pada 17-22 Maret lalu.
![Masjid Beyehir Erefolu di Konya [suara.com/elizagusmeri]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/03/27/35201-masjid-beysehir-esrefoglu-di-konya.jpg)
Masjid-masjid tersebut adalah Masjid Beyehir Erefolu di Konya, Masjid Sivrihisar Ulu di Eskisehir, Masjid Ahi Serefeddin atau Masjid Arslanhane di Ankara dan Masjid Afyonkarahisar Ulu.
Authentic Wooden Mosques ini bukanlah masjid biasa. Masjid-masjid bergaya bergaya hypostyle kayu ini sudah dibangun sejak abad Pertengahan, kental dengan pengaruh dinasti Seljuk.
Masjid-masjid kayu ini diukir dengan struktur yang rumit hasil karya tangan dan menjadi contoh langka arsitektur religius. Bahkan tak menggunakan paku pada pembangunan mimbarnya atau hanya disusun.
Bangunan masjid-masjid ini memang tidak sepenuhnya kayu, dindingnya terbuat dari Batu. Tradisi membangun masjid beratap dan bertiang kayu ini terus berlanjut hingga awal abad ke-20 di daerah terpencil dari pusat periode Ottoman.
Kemudian, menariknya keempat masjid kayu itu kini masuk ke dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO dalam sesi ke-45 Komite Warisan Dunia UNESCO yang diperpanjang di Riyadh, Kerajaan Arab Saudi, pada tanggal 10-25 September 2023. Warisan Dunia dari Turki pun bertambah menjadi 21 situs.