Suara.com - Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Quran, sebagai umat Islam kita sangat dianjurkan untuk mengisinya dengan amalan sunnah. Apa saja amalan sunnah itu? Salah satunya adalah melaksanakan sholat sunnah seperti sholat tahajud, sholat taubat, soalat hajat, dan lainnya saat malam Nuzulul Quran. Seperti apa sholat Nuzulul Quran?
Sebelum mengetahui panduan sholat Nuzulul Quran, perlu diketahui terlebih dahulu apa itu Nuzulul Quran dan kenapa kita perlu melaksanakan sholat sunnah di malam Nuzulul Quran?
Sebagaimana dilansir dari laman NU Online, Nuzulul Quran adalah peristiwa yang sangat penting bagi Nabi Muhammad SAW yang ditandai dengan turunnya wahyu dari Allah SWT berupa Al-Quran. Perlu diketahui, Al-Quran pertama kali hadir pada 17 Ramadan ketika Rasulullah SAW berusia 40 tahun (sekitar 608-609 Masehi). Pada masa itu, Rasulullah SAW sedang berdiam diri di Goa Hira (sekitar 5 kilometer dari Mekkah) dan didatangi Jibril. Dan bulan Ramadan sendiri dianggap sebagai waktu turunnya Al-Quran sesuai Surat Al-Baqarah ayat 185. Sementara itu, malaikat yang membawa wahyu diwakili oleh Jibril menurut kesepakatan mufassirin sebagaimana Surat An-Nahl ayat 102 dan Surat As-Syura ayat 193.
Sholat Nuzulul Quran
Sholat malam pada bulan Ramadhan bukan hanya sholat tarawih saja, akan tetapi setiap umat Islam juga masih bisa menambah sholat lain, termasuk untuk memperingati malam Nuzulul Quran. Melaksanakan sholat tahajud di malam Nuzulul Quran pahalanya berlipat ganda. Untuk pelaksanaan sholat tahajud pada malam Nuzulul Quran ini sama seperti waktu sholat Tahajud pada umumnya.
Rasulullah SAW bersabda, ibadah sholat pada malam Nuzulul Quran dapat menghapus dosa-dosa.
"Barangsiapa yang melaksanakan sholat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni", (HR Bukhari).
Sebagian ulama juga berpedapat, bahwa malam Nuzulul Quran sebenarnya adalah malam Lailatul Qadar.
"Nuzulul Quran itu ya Lailatul Qadar. Kalau Nuzulul Quran tanggal 17 (Ramadhan), Lailatul Qadar ya tanggal 17", demikian ungkap Gus Baha atau KH Ahmad Bahauddin Nursalim, sebagaimana dikutip dari postingan video channel YouTube Kalam- Kajian Islam.
Baca Juga: 25 Foto PP Kucing Ramadhan 2024 Lucu: Cosplay Pak Ustaz hingga Berhijab
Lalu beliau menambahkan, "tapi oleh hadist disuruh mencari di 10 akhir (bulan Ramadhan). Kalau 10 akhir itu maksudnya 10 akhir yaitu mulai tanggal 11, atau 10 akhir itu mulai tanggal 21. Karena Nabi SAW bersabda 10 yang akhir-akhir. Bukannya akhir saja".