Suara.com - Pada saat ini, umat Muslim telah memasuki bulan Ramadhan 1445 Hijriah. Tradisi Ramadhan seringkali ditandai dengan berbagai kegiatan keagamaan, di antaranya adalah ceramah, khutbah atau tausiah. Apakah anda sedang mencari contoh teks tausiah ramadhan singkat?
Ceramah singkat Ramadhan biasanya diselenggarakan sebelum waktu berbuka puasa, menghadirkan pesan-pesan kebaikan bagi umat Muslim yang menjalani puasa selama sebulan penuh. Berikut adalah contoh teks ceramah singkat Ramadhan yang dapat dipertimbangkan:
1. Puasa untuk Tingkatkan Derajat Taqwa pada Allah SWT
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Para saudara muslim yang terhormat, sungguh kita diberikan rahmat dan limpahan berkat yang tak terhingga oleh Allah SWT, yang mana kita masih diberi kesempatan pada hari ini untuk menikmati keindahan ibadah dalam bulan suci Ramadhan.
Menjalankan puasa adalah kewajiban yang harus kita penuhi. Tujuan utama dari berpuasa di bulan Ramadhan adalah untuk mencapai derajat taqwa di hadapan Allah.
Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah ayat 18).
Dari ayat ini, kita dapat memahami bahwa kewajiban berpuasa telah ada sejak zaman dahulu. Puasa sudah dikenal bahkan sejak zaman Mesir Kuno dan menyebar hingga ke Yunani dan Romawi. Allah memberitahu umat Rasulullah bahwa puasa adalah kewajiban. Ketika menyadari bahwa puasa adalah kewajiban, maka pelaksanaannya akan terasa lebih mudah.
Bentuk taqwa seorang muslim juga tercermin dari cara dia menjalankan ibadah puasa. Pertama, seseorang yang berpuasa harus menjauhi segala hal yang dilarang oleh Allah, baik itu makan, minum, hubungan suami istri, dan lainnya.
Baca Juga: Dosa Nggak Sih Makan di Depan Orang Berpuasa? Ustaz Khalid Basalamah Kasih Peringatan Begini
Kedua, individu yang menjalankan puasa sebenarnya memiliki kebebasan untuk mengejar kenikmatan dunia. Namun, bagi yang memahami esensi bulan Ramadhan, cenderung memilih meningkatkan ibadah daripada mempersekusi hal-hal yang tidak memberi manfaat. Ini juga dapat dianggap sebagai latihan spiritual dan emosional yang bermanfaat untuk memperkuat ketakwaan.