Waspada Bahaya Penyakit Autoimun, Pandemi Masa Kini

Kamis, 09 Mei 2024 | 14:47 WIB
Waspada Bahaya Penyakit Autoimun, Pandemi Masa Kini
Dr. dr. Stevent Sumantri, SpPD, K-AI, DAA, FINASIM.
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Penyakit autoimun, seperti lupus, sindrom sjogren, artritis reumatoid, psoriasis, miastenia gravis, tiroiditis Hashimoto dan multipel sklerosis, adalah kelompok penyakit kompleks di mana sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit, malah menyerang sel-sel sehat karena salah mengenali mereka sebagai ancaman.

Hal ini dapat menyebabkan berbagai gejala penyakit dan dampak kesehatan yang serius serta berkepanjangan bagi penderitanya.

Penyakit autoimun ini dapat menyerang siapapun tanpa peduli usia atau jenis kelamin. Autoimun lebih sering ditemukan pada wanita usia produktif.

Dijelaskan soal autoimun secara spesifik, Dr. dr. Stevent Sumantri, SpPD, K-AI, DAA, FINASIM, dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi klinik menyampaikan bahwa jumlah kasus penyakit autoimun ini diseluruh dunia termasuk Indonesia mengalami peningkatan dramatis,

"Terutama pasca pandemi COVID-19, dan seringkali tidak disadari oleh penderitanya sehingga terlambat terdeteksi", ungkap Stevent Sumantri, dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktek di RS Siloam Lippo Village ini menjelaskan di Tangerang, Rabu (8/5/2024).

Padahal, menurut Dokter Stevent, tingkat keberhasilan pengobatannya lebih besar apabila mendapatkan perawatan sejak dini. Beberapa gejala umum penyakit autoimun yang perlu diwaspadai, termasuk lemas, kelelahan kronik, nyeri otot, demam ringan, kesemutan, bentol seluruh tubuh, bengkak pada area tertentu, rambut rontok dan kulit kemerahan.

150 Jenis Penyakit Autoimun

Soal pencegahan atau deteksi dini, ada baiknya untuk segera konsultasikan ke dokter apabila kondisi berulang dan/atau menetap dalam waktu yang lama (biasanya lebih dari 6 minggu).

Perlu diketahui bahwa setiap orang dapat mengalami gejala yang berbeda-beda tergantung pada jenis dan karakteristik penyakit autoimun tersebut, saat ini diketahui ada lebih dari 150 jenis penyakit autoimun. Apabila tidak ditangani segera, penyakit autoimun dapat berujung komplikasi dan mengganggu kualitas hidup seseorang secara keseluruhan, pada beberapa kasus dapat pula berujung pada kematian.

Baca Juga: Bahas Kesehatan Mental di Buku Kupikir Segalanya akan Beres Saat Aku Dewasa

Menurut Dr. Stevent, pengobatan pada autoimun bervariasi dilihat dari jenis dan tingkat akan dampak fatal penyakitnya. "Hal ini dapat meliputi obat-obatan antiinflamasi, steroid, imunosupresan, dan terapi biologis", imbuh dokter Stevent.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI