Selanjutnya, pada program pengembangan nilai nutrisi, ini memberikan pembelajaran aktif kepada siswa tentang fermentasi dan reformulasi sumber daya alam potensial di Indonesia menjadi pangan fungsional. Selain itu, siswa diajarkan untuk selektif dalam memilih jajanan, terutama minuman kekinian yang sering kali tinggi gula.
Terakhir, mewujudkan pembelajaran berbasis solusi. Ini mengajarkan siswa cara mengatasi masalah nyata di lingkungan mereka dengan solusi yang berkelanjutan.
“Kami berharap dapat menciptakan dampak positif yang lebih luas, dari meja petani hingga meja konsumen. Program ini tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan pendidikan yang berkelanjutan,” ungkap Annisa penuh harap.