Wajib Tahu, Siloam Hospitals Mampang Mampu Tangani Kasus Tersulit dari Masalah Sendi Tulang dan Pinggul

Sabtu, 16 Maret 2024 | 14:12 WIB
Wajib Tahu, Siloam Hospitals Mampang Mampu Tangani Kasus Tersulit dari Masalah Sendi Tulang dan Pinggul
Ahli Orthopedi terkemuka di Indonesia, Prof. Dr. dr. Ismail Hadisoebroto Dilogo SpOT(K) Pelvic, Hip and Knee. (Dok: RS Siloam Mampang)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Kasus ini merupakan kasus dengan tingkat kesulitan tinggi, karena pasien ini didiagnosa Polytrauma ( Mild Head Injury, SDH Interhemisferik + Tentorial)  dan Multiple Fraktur ( Pelvic Ring Fracture type A2 , Right acetabulum Fracture transverse- posterior wall  type, Left Anterior Wall type Acetabular Fracture, Complete Linear Fracture of Bilateral Ramus Pubic and Inferior Pubic, Complete Transverse Fracture of the Left Surgical Neck Humerus , Comminutive fracture and dislocation of left distal humerus , complete transverse fracture of the left olecranon ) dengan patahan hampir semua terletak di artikuler (sendi), yang penanganannya jauh lebih sulit dibandingkan fraktur yang berada di diafisis (Batang tulang panjang). Selain itu, outcome dari operasi pada artikuler biasanya lebih jelek dibandingkan fraktur yang berada pada diafisis.

Prosedur yang dilakukan oleh Prof. Dr. dr. Ismail beserta timnya adalah ORIF ( Open Reduction Internal Fixation ) dan Percutaneus Screwing.

ORIF adalah suatu jenis operasi dengan pemasangan internal fiksasi, yang dilakukan ketika fraktur tidak dapat diredukasi secara tertutup. Sedangkan Percutaneus Screwing adalah operasi dengan minimal invasive untuk memfiksasi tulang patah yang salah satunya adalah untuk Fraktur Acetabular, karena kompleks nya anatomi dari pelvis.

“Setelah tindakan selesai, pasien disarankan untuk rutin melakukan fisioterapi selama masa penyembuhan agar hasil dari operasi dapat tercapai dengan sempurna," kata Prof. Dr. dr. Ismail SpOT(K) menjelaskan.

Penanganan Kasus Tersulit Sendi Pinggul yang Memendek dan Menyatu dengan Teknik Operasi

Primary difficult Total Hip Replacement (THR) adalah operasi yang dijalankan pada pasien yang memiliki komorbid dengan gangguan pada tulang atau jaringan lunak.

Meskipun prosedur yang dilakukan adalah sama dengan penggantian penggantian sendi pada panggul secara keseluruhan atau yang biasa kita kenal dengan THR, namun pada pasien pasca Coxitis TB dengan sendi yang sudah menyatu dan memendek 3cm adalah kasus dengan kesulitan tingkat tinggi.

"Hal tersebut membutuhkan pendekatan terencana, komprehensif dari dokter bedah ortopedi subspesialis konsultan yang berpengalaman agar tidak lagi berjalan pincang, tungkai sama panjang, bebas nyeri, pulihnya rentang gerak sendi pinggul, bisa kembali sholat posisi duduk sempurna dan tidak membuat adanya komplikasi setelah operasi," tutur Ismail.

Menurutnya, THR adalah operasi penggantian sendi pinggul yang rusak, yaitu tulang dan tulang rawan yang rusak akan diganti, kepala tulang femur akan diganti dengan logam atau keramik, dan permukaan tulang rawan yang rusak dari soket dihilangkan dan diganti dengan soket logam.

Baca Juga: Hanung Bramantyo Patah Tulang Tertimpa Moge, Zaskia Mecca Malah Tanya Ini

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI