Dibuat dengan Proses di Oven & Rendah Natrium, Mie Instan Ini Raih Penghargaan dari PERGIZI Pangan Indonesia

Ririn Indriani Suara.Com
Jum'at, 30 Juni 2023 | 18:05 WIB
Dibuat dengan Proses di Oven & Rendah Natrium, Mie Instan Ini Raih Penghargaan dari PERGIZI Pangan Indonesia
Mayora Mie Oven raih penghargaan dari PERGIZI Pangan Indonesia (24/6/23). Foto: Dok. Istimewa
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Mie instan merupakan salah satu makanan favorit sebagian besar masyarakat Indonesia, bahkan Indonesia masuk dalam daftar tiga besar utama sebagai negara pengonsumsi mie instan tertinggi di dunia.

Pada umumnya pembuatan mie instan terdiri dari berbagai tahap yaitu pencampuran, pembentukan, pengukusan, penggorengan, pendinginan, dan pengemasan.

Penggorengan sendiri bertujuan untuk mengurangi kadar air pada mie sehingga menjadi lebih awet. Proses ini pun yang menjadi salah satu hal yang berpengaruh negatif terhadap kesehatan.

Sebagai solusi atas masalah tersebut, perusahaan produsen makanan dan minuman, Mayora, menghadirkan inovasi produk Mie Oven sebagai mie instan yang tidak hanya hadir dengan cita rasa lezat namun juga merupakan pilihan lebih sehat dengan nutrisi yang lebih baik karena melalui proses pembuatan di oven, bukan digoreng.

Inovasi dan komitmen perusahaan tersebut atas mie oven ini mendapatkan apresiasi berupa penghargaan Inovasi Produk Pangan dan Gizi sebagai mie oven pertama di Indonesia dengan cita rasa tradisional mie goreng, dibuat tanpa proses penggorengan dan mengandung natrium lebih rendah dari Perkumpulan Profesi Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (PERGIZI Pangan Indonesia).

Penghargaan ini dianugerahkan PERGIZI Pangan Indonesia pada acara International Symposium on Food and Nutrition, Expo, and Awards (ISFANEA) 2023 yang digelar di Bogor pada 24 Juni 2023, untuk produk Mayora Mie Oven Goreng Bawang.

Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia Prof. Dr. Hardinsyah MS mengatakan, Mie Oven Goreng Bawang tersebut mendapat penghargaan sebagai mie oven pertama di Indonesia dengan cita rasa tradisional dibuat tanpa proses penggorengan dan mengandung natrium lebih rendah.

“Sesuai regulasi, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) menetapkan produk ini dinyatakan lebih sehat,” kata Prof. Hardinsyah, saat pemberian penghargaan.

Berdasarkan peraturan BPOM No. 26 Tahun 2021 tentang Informasi Nilai Gizi Pada Label Pangan Olahan, produk mie oven tersebut telah memenuhi syarat pencantuman logo pilihan lebih sehat dan mendapat centang hijau BPOM, dimana batas lemak total yakni 20 gram per 100 gram dan garam (natrium) 900 miligram per 100 gram.

Baca Juga: Okin Buka Bisnis Kuliner Baru di Jogja, Konsepnya Plek Ketiplek Restoran Mie Kari di Tangerang

Hasil pengujian menunjukan mie oven tersebut memiliki kandungan garam (natrium) sebesar 590mg sementara lemak total sebesar 7 gram, jauh lebih rendah dari yang disyaratkan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI