Suara.com - Pandemi Covid-19 mempercepat adopsi digital di kalangan konsumen, termasuk industri bisnis. Maraknya penguasaan ekosistem digital menjadi faktor kunci untuk memenangkan persaingan.
Menurut Founder Benson Indonesia, Patrick Rimba, kemajuan teknologi yang dibuat oleh manusia seiring waktu, semakin maju dan berkembang. Salah satunya berupa pergeseran preferensi konsumen dalam layanan digital, atau yang lebih dikenal dengan istilah phygital (physical-digital).
“Ke depan, layanan phygital ini akan semakin diminati dan memainkan peran penting dalam ekosistem digital,” kata Patrick.
Apa Itu Phygital?
Revolusi teknologi secara fundamental telah mengubah cara hidup, bekerja, dan bagaimana individu berhubungan satu dengan yang lainnya.
Phygital adalah perpaduan teknologi yang mempermudah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam menjalankan strategi pemasaran produk dalam jangkauan yang lebih luas.
Secara garis besar, konsep phygital memungkinkan pelaku bisnis menggunakan ilmu pengetahuan berbasis teknologi digital untuk memperkaya pengalaman pengguna (user experience) dalam berbelanja online dan memberi kemudahan bagi pelaku bisnis maupun pelanggan itu sendiri.
“Intinya, phygital adalah kombinasi real life marketing dan online strategy,” kata Patrick, yang baru-baru ini dianugerahi Best Performance Digital Company 2022.
Mengajarkan UMKM mengkombinasikan usaha konvensional dengan sistem phygital adalah bentuk kepedulian Patrick terhadap perkembangan bisnis secara digital di Indonesia.
Menurutnya, persoalan yang seringkali ditemui saat membantu ratusan UMKM untuk Go-Digital, yaitu pada strategi pemasaran yang kurang tepat sasaran.
Baca Juga: Korporasi Bantu Transformasi Digital UMKM, Kemendag Berikan Apresiasi
Menjawab persoalan tersebut, Patrick Rimba mengambil langkah berani untuk terjun langsung mengedukasi ratusan UMKM mengenai metode phygital untuk mempermudah pelaku bisnis mengintegrasikan real life marketing dan online strategy.