Perkuat Kerjasama Industri Keuangan Syariah Global, BPKH Gelar GIIF 2022

Sabtu, 26 Maret 2022 | 15:17 WIB
Perkuat Kerjasama Industri Keuangan Syariah Global, BPKH Gelar GIIF 2022
Penyelenggaraan GIIF 2022 secara virtual. (Dok: BPKH)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali menggelar acara tahunan, Global Islamic Investment Forum (GIIF) atau Forum Investasi Islam Global 2022 di Jakarta, Jumat, (25/3/2022) secara daring dan luring. GIIF 2022 dihadiri lebih dari 100 peserta, di Ballroom Hotel Pullman Central, Jakarta, dan sekitar 500 peserta lebih melalui platform virtual.

Peserta terdiri dari perwakilan instansi pemerintah, organisasi internasional, perusahaan swasta, lembaga investasi syariah dan pemangku kepentingan lainnya, seperti Muassasah dan Badan Wakaf Indonesia, serta kalangan akademisi dan umum. GIIF 2022 merupakan kegiatan tahunan kedua BPKH, yang diselenggarakan oleh bidang Investasi dan Kerjasama Luar Negeri (IKSLN).

Anggota BPKH Hurriyah El Islamy sebagai pengarah dan penanggung jawab GIIF 2022 berharap, forum tersebut dapat mejadi wadah memperkuat networking serta mewujudkan kerja sama dan investasi keuangan syariah yang memberi manfaat untuk umat Islam dan masyarakat umumnya.

GIIF 2022 dibuka Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji, Anggito Abimanyu dan keynote speech oleh Presiden Islamic Development Bank (IsDB), Muhammad Sulaiman Al Jasser, serta Presiden Joko Widodo sebagai pembicara kehormatan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Indonesia Joko Widodo mengungkapkan, BPKH memiliki peran kunci sebagai penggerak perubahan untuk mengoptimalkan keuangan syariah di Indonesia.

“BPKH mempunyai peran kunci untuk mengoptimalkan keuangan syariah melalui penempatan dan investasi di syariah di dalam dan luar negeri,” ungkapnya.

Sementara Presiden Islamic Development Bank (IsDB), Muhammad Sulaiman Al Jasser yang hadir secara langsung mengungkapkan antusiasmenya terhadap GIIF 2022 ini.

Kegiatan ini dinilai dapat memberikan gambaran nyata perkembagan keuangan syariah dan investasi syariah di Indonesia.

“Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia dapat memberikan contoh dalam perkembangan ekonomi syariah,” katanya.

Baca Juga: BPKH Gelar Diseminasi Pengawasan Keuangan Haji

Al Jasser juga menekankan, pengembangan produk keuangan syariah berbasis aset perlu terus dikembangkan untuk penguatan keuangan syariah ke depan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI