Suara.com - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata di Indonesia menerima penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 470 Miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2021 untuk mengembangkan Tana Mori.
Pengembangan Tana Mori Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merupakan satu dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini sendiri dilakukan guna mendukung kesiapan Tana Mori sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan side event Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tahun 2022, ASEAN Summit pada tahun 2023 maupun event internasional lainnya.
Penambahan PMN ini ditandai dengan kegiatan seremoni Pemberian PMN 2021 yang digelar oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI di Benoa Cruise Terminal, Pelabuhan Benoa, Bali, Jumat (24/12). Selain PMN untuk ITDC, pada kegiatan ini juga dilakukan penyerahan PMN kepada PT Pelabuhan Indonesia (Persero)/Pelindo.
Seremoni ini dihadiri oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban, DeputiBidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian BUMN Nawal Nely, Direktur Utama ITDC Abdulbar
M. Mansoer, Direktur Keuangan, Strategi dan Manajemen Risiko ITDC Nugdha Achadie, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono dan tamu undangan lainnya.
Baca Juga: Kejagung Tangkap Oknum Jaksa Senior Dan Pengusaha Di NTT, Disebut Lakukan Tindakan Tercela
Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer dan Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono juga telah menandatangani komitmen untuk melaksanakan Key Performance Indicators/Indikator Kinerja Utama terkait dengan penambahan PMN tahun 2021.
KPI PMN 2021 untuk ITDC tersebut antara lain realisasi pembangunan infrastruktur dasar, realisasi pembangunan fasilitas
MICE, realisasi penyerapan dana PMN, penyerapan tenaga kerja dan aspek parameter keuangan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, “Pemerintah memberikan PMN yang berasal dari APBN 2021 kepada BUMN sebagai penguatan keuangan BUMN, karena harus melakukan beberapa misi atau langkah-langkah program pembangunan yang sangat penting. PMN merupakan tanggung jawab professional dari para Direksi dan pekerja BUMN sebagai tata kelola korporasi yang baik atau good corporate governance.
Kementerian Keuangan sebagai an ultimate shareholder dan Kementerian BUMN sebagai proxy shareholder adalah sebagai guardian BUMN agar mampu men-deliver”.
Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer menyampaikan, “Kami berterima kasih kepada Pemerintah atas kepercayaan yang diberikan kepada kami dalam mengembangkan destinasi unggulan baru ini.
Baca Juga: PDIP Beri Penghormatan Terakhir Bagi Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya
Penambahan PMN senilai Rp 470 Miliar akan semakin meningkatkan kapasitas dan kemampuan ITDC dalam pengembangan dan pembangunan kawasan pariwisata bertaraf internasional di Tana Mori, Labuan Bajo, NTT.”