Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016

Senin, 07 November 2016 | 06:09 WIB
Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016
Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016. (Suara.com/Firsta Nodia)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Untuk kesekian kalinya digelar Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDII) 2016. Kali ini festival dongeng tersebut digelar selama dua hari, 5-6 November 2016 dengan menampilkan para pendongeng dari dalam dan luar negeri.

Yang menarik, para pendongeng dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, India, Korea Selatan, dan Inggris akan membawakan cerita-cerita daerah asal Indonesia yang terangkum dalam tema 'Cerita Indonesiaku'.

Ariyo Zidni pendiri Komunitas "Ayo Dongeng Indonesia" sekaligus penyelenggara festival ini mengatakan bahwa gelaran ini bertujuan untuk melestarikan tradisi dongeng pada masyarakat Indonesia. Diundangnya para pendongeng dari luar negeri menurutnya sebagai upaya memperkenalkan cerita daerah Indonesia kepada dunia.

"Jadi kenapa kita mengundang pendongeng dari luar, karena saat ada event serupa di Amerika, banyak yang belum tahu cerita tentang Indonesia. Banyak yang mengira cerita si Kancil itu dari Malaysia, sehingga kita pengen banget mengusung dongeng Indonesia yang akan dibawakan seniman Indonesia dan beberapa negara tetangga pada event tahun ini," ujar lelaki yang akrab disapa Aio ini pada Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016 di Museum Nasional Jakarta, belum lama ini.

Sedangkan dari dalam negeri, pendongeng I Made Taro asal Bali, PM Toh asal Aceh, Fanny Haurissa dari Maluku dan Imam Rojali asal Lampung turut meriahkan gelaran tahunan ini.

Selain puluhan cerita Indonesia yang akan menggema selama dua hari penuh di Museum Nasional, anak-anak dan orangtua juga bisa menikmati beragam kegiatan positif dan menyenangkan di FDII 2016. Anak-anak dapat mengasah kemampuan mereka dalam melukis, doodling, dan membuat buku cerita di area Taman Cerita, sedangkan para orangtua dapat mengikuti workshop Kelas Dongeng.

"Dengan adanya acara ini, kami berharap semakin banyak orangtua yang membacakan dongeng untuk anak di rumah. Sehingga dongeng menjadi budaya yang tetap lestari. Kami juga ingin memberikan pemahaman bahwa mendongeng tidak membutuhkan keahlian khusus, semua orangtua bisa mendongeng dengan caranya masing-masing," tambah Aio.

Untuk menikmati beragam kegiatan positif di FDII ini, pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp5 ribu untuk membayar tiket masuk museum. Selain memberikan hiburan pada anak, acara ini juga dapat menanamkan nilai kebaikan dengan cara yang menyenangkan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI