Contraflow Jakarta - Cikampek Dihentikan pada Rabu Sore

Liberty Jemadu Suara.Com
Rabu, 02 April 2025 | 14:20 WIB
Contraflow Jakarta - Cikampek Dihentikan pada Rabu Sore
Mobil-mobil para pemudik melintas jalan tol di musim libur Lebaran 2025. [Antara]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Rekayasa lalu lintas berupa contraflow KM 55 s.d KM 65 arah Cikampek Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) dihentikan pada Rabu sore (2/4/2025) sesuai dengan diskresi kepolisian.

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengatakan penghentian rekayasa lalu-lintas contraflow itu setelah kondisi jalan tol tersebut terpantau normal. 

"PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) hentikan rekayasa lalu lintas contraflow KM 55 s.d KM 65 arah Cikampek Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek pukul 13.08 WIB," ujar Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT Ria Marlinda Paallo di Jakarta.

Saat ini kondisi lalu lintas di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek telah kembali normal di kedua arah.

“Kami mengimbau pengguna jalan tol Trans Jawa untuk mengutamakan keselamatan, mempersiapkan diri sebelum memasuki perjalanan di jalan tol. Pastikan diri dan kendaraan dalam kondisi prima, memastikan kecukupan daya, BBM dan saldo uang elektronik, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan,” ujar Ria.

Sebelumnya, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mendukung kebijakan diskresi Kepolisian dengan membuka akses pintu masuk contraflow KM 55 sampai KM 65 arah Cikampek Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek).

Contraflow dimulai ada pukul 12.08 WIB karena volume lalu lintas kendaraan arah Cikampek pada Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek terpantau meningkat.

Hampir 2 Juta Kendaraan Keluar Jakarta

Sementara itu hingga 1 April kemarin terhitung sudah 1,9 juta kendaraan telah keluar Jakarta di tengah musim liburan dan mudik Lebaran 2025.

Baca Juga: Tol Japek Padat Saat Lebaran, Contraflow Diberlakukan di KM 47-65, Tol Cipali Ramai Lancar

Kepala Korps Lalulintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Polisi Agus Suryonugroho mengungkapkan data tersebut adalah catatan kendaraan roda empat yang diperoleh dari Jasa Marga.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI