Suara.com - Seperti phoenix yang bangkit dari abu, Nissan kini menunjukkan taringnya kembali di kancah otomotif global. Setelah sempat terhuyung akibat gagalnya merger dengan Honda, pabrikan mobil asal Negeri Sakura ini tak mau berlama-lama meratapi nasib.
Dengan langkah penuh percaya diri, Nissan menggelar pameran spektakuler di jantung kota Tokyo, memamerkan 10 jagoan baru yang siap menggempur pasar Amerika Utara hingga 2027 seperti dilansir dari InsideEv.
Bintang utama pertunjukan? Tak lain adalah si cantik Leaf EV generasi terbaru. Tampil dengan balutan desain yang lebih agresif dan menggoda, mobil listrik andalan Nissan ini kini dipersenjatai platform CMF-EV canggih yang sudah teruji pada sang kakak, Ariya EV.
Jangan salah, si mungil ini bukan sekadar tampang - Nissan menjanjikan performa yang lebih gahar dengan jarak tempuh yang bikin pesaing gigit jari.
Tapi tunggu dulu, bukan cuma Leaf yang mencuri perhatian. Nissan juga membawa segenap pasukan andalannya: mulai dari Sentra yang sudah membuktikan diri dengan 109.000 unit terjual di AS, hingga sang raja SUV Rogue yang lebih dahsyat lagi dengan hampir 250.000 unit laris manis di pasaran.

Yang bikin heboh? Xterra, si legenda SUV, bakal comeback dalam wujud kendaraan listrik! Belum lagi deretan model populer lainnya seperti Kicks yang stylish, Altima yang elegan, dan si tangguh Frontier yang siap tempur.
Di negeri tirai bambu yang terkenal super kompetitif, Nissan malah unjuk gigi dengan menggandeng raksasa teknologi Huawei.
Kolaborasi ini bakal menghadirkan HarmonyOS NEXT, sistem operasi canggih yang akan membuat mobil-mobil Neue Klasse buatan China semakin pintar dan connected.
Yang menarik, di tengah transformasi besar-besaran ini, Nissan justru membuka pintu selebar-lebarnya untuk kemungkinan kolaborasi baru.
Ivan Espinosa, sang nakhoda baru Nissan, dengan bijak menyatakan bahwa perusahaan siap berjodoh dengan siapa saja - termasuk Honda atau pemain potensial lainnya.
"Membangun masa depan yang cerdas butuh kerja keras dan dana besar. Kita mungkin perlu beberapa mitra untuk mewujudkannya," ujarnya diplomatis.
Baca Juga: Tak Lagi Bermain Mesin, Nissan Ciptakan Barang Tak Terduga Seharga Honda BeAT
Strategi multi-dimensi Nissan ini bukan sekadar gerakan kosong. Mereka paham betul bahwa dunia otomotif sedang bergerak cepat menuju era elektrifikasi, digitalisasi, dan mobilitas pintar.
Dengan paduan sempurna antara inovasi produk yang menggoda, partnership strategis yang jitu, dan keterbukaan terhadap kolaborasi baru, Nissan membuktikan tekadnya untuk tidak sekadar bertahan, tapi mendominasi kembali jagat otomotif yang terus berevolusi.
Meski jalan menuju puncak masih berliku, langkah-langkah cerdas Nissan memberi secercah harapan bagi masa depan perusahaan.
Kesuksesan strategi ini akan sangat bergantung pada ketepatan eksekusi dan pemilihan partner yang sejalan dengan visi mereka.
Dunia otomotif terus menantikan langkah besar Nissan dalam menemukan ‘jodoh’ yang tepat demi mengembalikan kejayaannya.
Dengan sejarah panjang dan inovasi yang tak pernah berhenti, Nissan berada di persimpangan penting—apakah mereka akan bangkit lebih kuat atau justru tertinggal dalam persaingan ketat industri otomotif global?
Perjalanan ini bukan sekadar soal strategi bisnis, tetapi juga tentang membangun kembali kepercayaan dan menghadirkan gebrakan baru yang bisa mengguncang pasar.
Semua mata tertuju pada Nissan, menanti apakah mereka mampu menghadirkan kejutan yang membawa mereka kembali ke puncak.
Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah Nissan bisa bangkit, tetapi kapan dan bagaimana mereka akan melakukannya. Akankah sang phoenix benar-benar kembali mengepakkan sayapnya dan terbang tinggi di langit industri otomotif dunia? Kita tunggu saja!